Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Jejak Limbah B3 PPCI Pemalang: Benarkah WPLI Menyerahkan ke Vendor Jenggot yang Belum Jelas Izinnya?

By On Oktober 31, 2026


PEMALANG–PEKALONGAN — Rantai pengelolaan limbah dari kawasan industri kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan alur pengelolaan limbah dari Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI) Pemalang yang disebut berkaitan dengan PT Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI) di Kabupaten Serang, Banten, hingga dugaan keterlibatan pihak ketiga di wilayah Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.


Persoalannya bukan semata-mata siapa menerima dan siapa menyerahkan limbah. Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah apakah seluruh mata rantai pengelolaan tersebut memiliki dasar hukum, dokumen, izin, serta mekanisme pengawasan yang sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah, khususnya apabila material yang dimaksud memang masuk kategori Limbah B3.


Informasi mengenai dugaan keterkaitan tersebut kini perlu diuji melalui dokumen. Apakah benar terdapat hubungan kerja sama antara PPCI Pemalang dengan WPLI? Jika benar, apa bentuk kontraknya, kapan dibuat, jenis dan kode limbah apa yang menjadi objek pengelolaan, berapa volumenya, serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas pengangkutan hingga tujuan akhir?


Pertanyaan berikutnya justru menjadi lebih krusial. Apakah WPLI kemudian menyerahkan limbah tersebut kepada pihak ketiga di Jenggot, Kota Pekalongan? Jika benar, siapa pihak penerimanya dan atas dasar perjanjian atau dokumen apa pengelolaan tersebut dilakukan?


Di lapangan, pihak yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas tersebut disebut berinisial S dan K. Namun, sampai informasi ini disusun, status legalitas dan kewenangan pihak tersebut dalam menerima atau mengelola limbah yang diduga berasal dari rangkaian kegiatan industri tersebut masih perlu diverifikasi secara resmi.


Hal ini penting karena dalam pengelolaan limbah B3, persoalan tidak berhenti pada adanya perusahaan pengelola yang memiliki kegiatan pengelolaan limbah. Setiap perpindahan limbah harus dapat ditelusuri secara jelas—mulai dari sumber, jenis dan karakteristik limbah, pengangkut, penerima, proses pengolahan, hingga tujuan akhir residunya.


Ketentuan mengenai pengelolaan Limbah B3 antara lain diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP Nomor 22 Tahun 2021. Karena itu, apabila benar terdapat perpindahan limbah dari satu pihak kepada pihak lainnya, seluruh proses tersebut semestinya dapat dipertanggungjawabkan melalui dokumen dan mekanisme yang berlaku.


Agung Sulistio, selaku Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI/KabarSBI.com), Ketua Umum GMOCT, sekaligus Ketua II DPP LPK-RI, menilai persoalan tersebut harus dibuka secara terang melalui pemeriksaan dokumen dan verifikasi lapangan.


«“Kalau benar terdapat limbah dari PPCI Pemalang yang masuk dalam pengelolaan WPLI kemudian diserahkan kepada pihak ketiga di Jenggot, pertanyaannya sederhana: apakah pihak penerima tersebut memiliki legalitas dan persetujuan yang sesuai? Ini harus dibuktikan dengan dokumen, bukan sekadar pernyataan,” ujar Agung.»


Menurut Agung, publik tidak membutuhkan tuduhan tanpa dasar. Yang dibutuhkan adalah transparansi rantai pengelolaan limbah.


«“Kami tidak sedang menuduh WPLI melakukan pelanggaran. Kami meminta transparansi. Tunjukkan kontraknya, dokumen pengangkutannya, manifest atau Festroniknya, jenis dan kode limbahnya, siapa penerimanya, serta ke mana limbah tersebut akhirnya dikelola. Kalau semuanya sesuai aturan, tentu tidak ada alasan untuk tidak menjelaskannya,” tegasnya.»


Agung juga mempertanyakan posisi pihak ketiga apabila memang benar terdapat penyerahan limbah dari WPLI. Menurutnya, status sebagai pihak penerima tidak cukup hanya berdasarkan hubungan bisnis atau kesepakatan antarpihak. Legalitas kegiatan harus sesuai dengan jenis limbah dan aktivitas pengelolaan yang dilakukan.


«“Jangan sampai pengelolaan limbah B3 hanya terlihat tertib di atas dokumen, tetapi ketika ditelusuri sampai mata rantai terakhir justru tidak jelas. Negara memiliki instrumen pengawasan. Kami mendorong instansi lingkungan melakukan verifikasi secara objektif dan terbuka,” katanya.»


Sorotan juga diarahkan kepada Perum Perhutani/PPCI Pemalang. Apabila memang terdapat kerja sama dengan WPLI, publik patut memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan limbah tersebut, termasuk apakah terdapat ketentuan mengenai pihak ketiga yang menerima atau mengelola limbah setelah keluar dari penguasaan pengelola utama.


“Kalau memang ada kontrak Perhutani atau PPCI Pemalang dengan WPLI, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaannya. Apakah WPLI dapat menyerahkan kepada pihak ketiga? Siapa pihak ketiganya? Apakah legalitasnya sudah diverifikasi? Ini yang harus terang,” ujar Agung.


Dalam konteks investigasi, sejumlah dokumen menjadi penting untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, antara lain kontrak atau SPK, dokumen serah-terima, manifest elektronik/Festronik, identitas dan legalitas pengangkut, jenis serta kode limbah, volume limbah, dokumen persetujuan lingkungan, hingga bukti tujuan akhir pengelolaan limbah.


Jika pihak yang disebut sebagai penerima di Jenggot memang melakukan aktivitas pengelolaan limbah, maka perlu pula dipastikan NIB, KBLI, persetujuan lingkungan, serta persetujuan atau persyaratan teknis yang relevan dengan kegiatan dan jenis limbah yang ditangani. Pemeriksaan tersebut merupakan ranah instansi berwenang dan tidak dapat digantikan hanya dengan pengakuan atau informasi sepihak.


Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, DLH Kabupaten Pemalang, DLH Kota Pekalongan, serta aparat penegak hukum didorong melakukan verifikasi apabila ditemukan indikasi adanya ketidaksesuaian dalam rantai pengelolaan tersebut.


Yang perlu ditegaskan, laporan ini tidak menyimpulkan bahwa WPLI, Perhutani/PPCI, maupun pihak berinisial S dan K telah melakukan pelanggaran hukum. Status tersebut hanya dapat ditentukan berdasarkan dokumen, hasil pemeriksaan resmi, dan apabila diperlukan, proses hukum yang berlaku.


Namun, apabila benar terdapat rantai pengelolaan PPCI Pemalang–WPLI–pihak ketiga di Jenggot, maka publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan secara hukum.


«“Kami akan tetap mengedepankan data dan dokumen. Kalau ternyata seluruh pihak sudah sesuai aturan, silakan dibuka dan dijelaskan. Tetapi apabila ditemukan ketidaksesuaian, tentu harus ada langkah koreksi dan penegakan hukum sesuai kewenangan,” pungkas Agung Sulistio.»


KabarSBI.com akan terus melakukan penelusuran terhadap dokumen dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. Setiap pihak yang disebut dalam pemberitaan ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan secara proporsional sesuai prinsip keberimbangan dan hak jawab pers.

SDN Carenang 1 Gelar Lomba Literasi dan Numerasi, Gali Potensi Siswa

By On Oktober 29, 2026



Carenang, BM.online - 29 Oktober 2026 — SDN Carenang 1 menggelar serangkaian lomba bertema "Gali Potensi, Tunjukkan Aksi, Ukir Prestasi Bersama Sekolah Imbas", yang berlangsung di lingkungan sekolah setempat, 
 
Kegiatan ini dirangkaikan dengan program Sekolah Imbas, diikuti seluruh peserta didik dengan penuh semangat. Adapun cabang lomba yang diperlombakan meliputi: Literasi, Numerasi, Pidato, dan Mewarnai.
 
PLT SDN Carenang 1 bapak misjan S.Pd menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dasar siswa sekaligus membangun kepercayaan diri sejak dini. "Melalui lomba ini, 

kami ingin anak-anak berani tampil, mencintai membaca, serta mengasah kemampuan berhitung. Bukan sekadar mencari juara, tapi yang terpenting adalah proses belajar dan keberanian mereka menunjuk kemampuan terbaiknya," ujarnya.
 
Suasana kegiatan terlihat sangat meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan positif dari para orang tua wali dan warga sekitar, yang berharap program serupa dapat terus digelar secara rutin.
 
Dengan semangat "Gali Potensi, Tunjukkan Aksi, Ukir Prestasi Bersama Sekolah Imbas", diharapkan SDN Carenang 1 terus mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi di masa mendatang.
 
Salah satu siswi Dila sahpita kalas 3 mengatakan seneng banget ada lomba mewarnai ini
Nadia kelas 5 rasa senang ada nya lomba pidato ini pak

 Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan piala bagi para pemenang yang telah berjuang memberikan hasil terbaik. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin sebagai wadah pembinaan prestasi dan karakter siswa.siswi


PASTI RESMI DEKLARASI, SIAP JADI WADAH PERSATUAN AKTIVIS SERANG TIMUR

By On Oktober 29, 2026


SERANG — Persatuan Aktivis Serang Timur (PASTI) resmi mendeklarasikan keberadaannya pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, bertempat di Saung Teratai, Desa Cikande Permai, Kabupaten Serang, Banten.


Kegiatan deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi terbentuknya wadah persatuan para aktivis di wilayah Serang Timur yang berkomitmen memperkuat solidaritas, menjaga kekompakan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Acara deklarasi PASTI turut dihadiri oleh Kanit Intel Polres Serang, bersama jajaran pengurus dan anggota PASTI. Kehadiran unsur kepolisian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.


Dalam deklarasinya, PASTI menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


PASTI juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah, TNI, dan POLRI dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Serang Timur.


Selain itu, PASTI berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat. Organisasi ini juga menekankan pentingnya menjaga etika, nama baik organisasi, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan.


Melalui deklarasi tersebut, PASTI diharapkan mampu menjadi wadah yang mempererat hubungan ant aktivis, membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, serta menghadirkan gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


PASTI: Bersatu dalam Solidaritas, Bergerak untuk Masyarakat.


Deklarasi yang berlangsung di Saung Teratai, Desa Cikande Permai, ini menjadi langkah awal bagi PASTI untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat persaudaraan.


Dengan terbentuknya PASTI, seluruh jajaran pengurus dan anggota diharapkan dapat menjaga soliditas organisasi serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif.

Diduga Terlibat Predaran Obat Terlarang, Dua Oknum Kanit Reskrim di Banjarnegara Bungkam Saat Dikonfirmasi

By On Oktober 28, 2026




BANJARNEGARA, BM.ONLINE
-- Dugaan keras beberapa warung di Kabupaten Banjarnegara dijadikan tempat penjualan obat golongan G jenis tramadol dan eximer secara bebas. Rabu 28 Oktober 2026 

Adapun dua lokasi yang dimaksud:

1. Sebuah warung di wilayah hukum Polsek Sigaluh Tepatanya di Jalan Randegan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.


2. Sebuah rumah warga di wilayah hukum Polsek Banjar Negqra tepatnya di Jl. Serulingmas - Ajibarang Secang, Kelurahan Semampir, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara - Jawa Tengah.

Dari investigasi, tim mendokumentasikan foto lokasi dan barang bukti berupa strip obat dengan list hijau-kuning yang diduga Tramadol.

Sebagai bentuk keberimbangan dan fungsi kontrol sosial pers sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999, wartawan BM.Online & Senyapnews.id telah melakukan konfirmasi resmi via WhatsApp kepada Kanit Reskrim Polsek Sigaluh dan Kanit Reskrim Polsek Banjarnegara Kota pada siang hari dengan melampirkan lokasi, foto, dan barang bukti serta kalimat "Mohon ditindaklanjuti agar pemberitaan kami berimbang."

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan, kedua Kanit tersebut bungkam alias tidak memberikan jawaban sama sekali, meski pesan sudah terkirim dan centang dua.

"Kami sudah konfirmasi sesuai SOP jurnalistik. Kalau bungkam, kami tetap naikkan berita dengan fakta bahwa mereka bungkam. Selanjutnya laporan ini akan kami teruskan ke Kapolres Banjarnegara, Sat Narkoba, Propam Polda Jateng, dan BPOM Jateng," tegas Pimpinan Redaksi Senyapnews.id 

Peredaran obat keras tanpa resep dokter melanggar Pasal 435 Jo Pasal 436 UU No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Tim berharap Kapolres Banjarnegara segera turun tangan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di dua lokasi tersebut demi menyelamatkan generasi muda Banjarnegara dari bahaya penyalahgunaan obat keras. (Red/Tim)


Sebuah Tempat di Jl. Randegan Kec. Sigaluh Menjadi Tempat Exsekusi Obat Terlarang. Kanit Reskrim Bungkam

By On Oktober 26, 2026




Kabupaten Garut, BM.online -- Dugaan keras sebuah warung di Jalan Randegan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dijadikan tempat penjualan obat golongan G jenis tramadol dan eximer secara bebas. Senin 26 Oktober 2026 

Setelah masuk laporan beberapa warga pada redaksi terkait lokasi tersebut, awak media segera melakukan investigasi langsung kelapangan mewawancara beberapa warga sekitar dan ternyata dugaan tersebut besar kemungkinan memang terjadi.

Sebut saja Bunga (Nama Samaran) salah satu Warga sekitar mengatakan bahwa dirinya mencurigai aktivitas yang tidak biasa di warung pulsa tersebut, dan ia pun sempat menanyakan kepada seorang pembeli apa yang dijual diwarung tersebut.

 "Saya sering melihat banyaknya anak - anak remaja sampai dewasa membeli obat Tramadol, dan lainnya. Saya bisa tau apa yang mereka jual karena tempat yang lama dibongkar dikarnakan banyak yang datang membeli obat terlarang ke warung tersebut" ucapnya, Senin (26/10/26).


Lanjutnya, "saya berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti tentang kegiatan tersebut, karena sejujurnya dengan apa yang dijual diwaung tersebut dapat mengancam kondusifitas wilayah dan obat yang dijual sungguh sangat merusak anak - anak generasi muda," ungkapnya.


Perlu diketahui bahwa obat - obatan daftar G yang dijual tanpa resep dokter memiliki efek berbahaya bagi yang konsumsinya, dan efek samping dari obat tersebut diantaranya :

1). Kecanduan berat yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.
2). Kerusakan otak, serangan jantung, hingga berujung pada kematian.
3). Merusak masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan obat - obatan terlarang jenis golongan-G jenis tramadol dan hexymer.

Besar harapan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Khususnya Bapak Kolsek Sigaluh untuk menindak lanjuti dengan tegas, bilamana warung tersebut benar melakukan penjualan obat - obatan daftar G, agar masyarakat sekitar tidak beropini lain akan adanya aktivitas yang tidak biasa di warung tersebut.

Hingga berita diterbitka melalui pesan WhatsAppnya Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sigaluh saat dikonfirmasi tidak menjawab (Bungkam) Apalagi ditindaklanjuti. Senin 26 Oktober 2026

Penjualan obat tramadol dan Excimer tidak dibenarkan dengan alasan apapun karena obat tersebut masuk salah satu golongan narkotika, yang peredaran nya tidak sembarangan dan harus memakai ijin edar dan pembeliannya pun harus menggunakan resep dokter.

Bandar dan Penjualnya pun bisa dijerat pidana sesuai Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(red/tim)


Sebuah Tempat Milik Warga di Jl. Serulingmas No. 24 Menjadi Tempat Exsekusi Obat Terlarang. Kanit Reskrim Polsek Banjarnegara Bungkam

By On Oktober 26, 2026




Kabupaten Banjarnegara, BM.online -- Dugaan keras sebuah warung di Jl. Serulingmas No.24, Wangon, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara dijadikan tempat penjualan obat golongan G jenis tramadol dan eximer secara bebas. Senin 26 Oktober 2026 

Setelah masuk laporan beberapa warga pada redaksi terkait lokasi tersebut, awak media segera melakukan investigasi langsung kelapangan mewawancara beberapa warga sekitar dan ternyata dugaan tersebut besar kemungkinan memang terjadi.

Sebut saja Rijal (Nama Samaran) salah satu Warga sekitar mengatakan bahwa dirinya mencurigai aktivitas yang tidak biasa di warung pulsa tersebut, dan ia pun sempat menanyakan kepada seorang pembeli apa yang dijual diwarung tersebut.

 "Saya sering melihat banyaknya anak - anak remaja sampai dewasa membeli obat Tramadol, dan lainnya. Saya bisa tau apa yang mereka jual dikarnakan banyak anak muda yang datang ke lokasi untuk membeli obat terlarang jenis tramadol dan eximer" ucapnya, Senin (26/10/26).


Lanjutnya, "saya berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti tentang kegiatan tersebut, karena sejujurnya dengan apa yang dijual diwaung tersebut dapat mengancam kondusifitas wilayah dan obat yang dijual sungguh sangat merusak anak - anak generasi muda," ungkapnya.


Perlu diketahui bahwa obat - obatan daftar G yang dijual tanpa resep dokter memiliki efek berbahaya bagi yang konsumsinya, dan efek samping dari obat tersebut diantaranya :

1). Kecanduan berat yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.
2). Kerusakan otak, serangan jantung, hingga berujung pada kematian.
3). Merusak masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan obat - obatan terlarang jenis golongan-G jenis tramadol dan hexymer.

Besar harapan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Khususnya Bapak Kolsek Banjarnegara untuk menindak lanjuti dengan tegas, bilamana warung tersebut benar melakukan penjualan obat - obatan daftar G, agar masyarakat sekitar tidak beropini lain akan adanya aktivitas yang tidak biasa di warung tersebut.

Hingga berita diterbitka melalui pesan WhatsAppnya Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Banjarnegara saat dikonfirmasi tidak menjawab (Bungkam) Apalagi ditindaklanjuti. Senin 26 Oktober 2026

Penjualan obat tramadol dan Excimer tidak dibenarkan dengan alasan apapun karena obat tersebut masuk salah satu golongan narkotika, yang peredaran nya tidak sembarangan dan harus memakai ijin edar dan pembeliannya pun harus menggunakan resep dokter.

Bandar dan Penjualnya pun bisa dijerat pidana sesuai Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(red/tim)


Dinilai Tak Selaras Kebijakan Baru Polri, AKBP Mohamad Bobby Danuardi: Teks Sambutan Ditulis Kasium Polres Serang

By On Oktober 25, 2026



SERANG, BM.Online – Kapolres Serang yang baru AKBP Mohamad Bobby Danuardi dinilai tidak selaras dengan arah kebijakan baru Polri. 
Hal tersebut terlihat saat menyampaikan sambutannya pada acara pisah sambut Kapolres Serang di hotel Swiss-Belinn Modern Cikande, pada Jum'at malam 23 Oktober 2026. 

Dalam sambutannya, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi menyebut beberapa pejabat BUMN, di antaranya Komisaris Pertamina Mochamad Iriawan dan beberapa petinggi PT Krakatau Steel. 

Hal tersebut dinilai tidak mencerminkan tagline dan arah kebijakan baru Polri yang diresmikan di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, yaitu "Polisi Bersama Masyarakat”. 

"Ya seolah-olah lebih mengagungkan para petinggi perusahaan, terkesan manut pada kelompok oligarki dan kapitalisme, ini sangat disayangkan," kata Ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST), Mansar dalam keterangannya, Minggu, 25 Oktober 2025. 

Padahal, kata Mansar, tagline tersebut menegaskan semangat bahwa Polri hadir bersama masyarakat, berada di tengah masyarakat, serta menjadikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 

Mansar mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Kapolri saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. 

“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Bukan sebaliknya, mengutamakan kedekatan dengan kelompok oligarki atau pimpinan korporasi," pungkasnya. 

Terpisah, Kapolres Serang, AKBP Mohamad Bobby Danuardi memberikan klarifikasi, seperti dikutip dari info-ri.online, Minggu, 25 Minggu 2026. 

Menurutnya, sambutan yang dibacakan itu sesuai dengan teks yang telah disiapkan oleh Kasium Polres Serang. 

"Teks yang saya bacakan sesuai apa yang ditulis Kasium Polres Serang," ujarnya. (*/red)


Klarifikasi Terkait Pemberitaan SPBU 34.156.06 KM.43. Hanya Kemacetan Jarak Antrian Pendek

By On Oktober 25, 2026

 


TANGERANG, BANDUNGINVESTIGASI.COM Sehubungan dengan pemberitaan kami sebelumnya pada tanggal 20 Oktober 2026 terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU 34.156.06 Rest Area KM 42, Tol Jakarta-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, yang di dalamnya terdapat penyebutan *inisial DK sebagai bos mafia BBM*, maka dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi.


Pimpinan Redaksi *Bentengmerdeka.online* *Bandunginvestigasi.com*dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) *Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT)* setelah melakukan pengecekan ulang dan verifikasi internal, menyatakan bahwa:


*1. Penyebutan inisial DK sebagai bos / pemilik mobil helie mafia BBM di SPBU 34.156.06 Rest Area KM 42 adalah TIDAK BENAR, TIDAK AKURAT, dan TIDAK TERBUKTI kebenarannya.*


*2. Informasi tersebut berasal dari narasumber di lapangan yang belum terverifikasi secara akurat, sehingga menimbulkan kekeliruan informasi.*


3. Sdr. DK yang berdomisili di Jakarta, TIDAK TERKAIT SAMA SEKALI, TIDAK ADA HUBUNGAN, dan TIDAK TERLIBAT dalam aktivitas apapun terkait dugaan penyelewengan BBM di SPBU tersebut.


Oleh karena itu, kami secara resmi:


MENCABUT, MERALAT, dan MENGHAPUS seluruh penyebutan inisial DK dari pemberitaan sebelumnya terkait SPBU 34.156.06.


Sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik, kami segenap jajaran redaksi menyampaikan Permohonan maaf yang sebesar -besarnya kepada Sdr. DK dan keluarga atas ketidaknyamanan, kegaduhan, dan kerugian moril yang ditimbulkan akibat pemberitaan tersebut.


Setelah tim investigasi di turun langsung ke lokasi Rest Area KM.43 tida ada kegiatan yang disebutkan diatas hanya kemacetan jarak antrian pendek. Kami juga mengimbau kepada seluruh rekan media online yang telah mengutip atau menyebarluaskan pemberitaan awal yang menyebutkan inisial DK, untuk dapat memuat rilis klarifikasi ini sebagai bentuk perimbangan.


Demikian rilis klarifikasi dan permohonan maaf terbuka ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.


*Bandunginvestigasi.com*

*Bentengmerdeka.online*


Ahmad Nuryaman

Kepala Divisi Investigasi

DPP Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT)

Setelah Viral Pemberitaan Investasi Bodong, Polsek Pamarayan Lakukan Jemput Bola, "Polri Bersama Masyarakat, Melindungi Mengayomi dan Melayani"

By On Oktober 25, 2026

 


SERANG, 25 OKTOBER 2026 — Usai pemberitaan berjudul “Warga Desa Bandung Serang Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Rugi Rp50 Juta, Pelaku Setiap Ditagih Memegang Sajam, GMOCT Desak Polres Segera Tindak” tayang di puluhan media daring dan cetak jaringan Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), pihak kepolisian segera merespons.

 

Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Efendi mengeluarkan perintah cepat, menurunkan dua personel diantaranya AIPTU Asep Sunandar PS Kanit Samapta dan Brigpol Agung Budiana Anggota SPKT Polsek Pamarayan untuk melakukan jemput bola mendatangi rumah korban guna meminta keterangan lebih lanjut. Jika keterangan sesuai dengan pemberitaan, pihak polisi akan membantu korban untuk melakukan pelaporan resmi di Polsek Pamarayan.

 

Langkah cepat ini sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yakni “Polisi Bersama Masyarakat, Melindungi, Mengayomi dan Melayani”.

 

Meskipun kedua personel tersebut belum dapat bertemu dengan korban pemberitaan karena sedang pergi berziarah, Kapolsek Pamarayan melalui Bripka Yayan menyampaikan pesan lewat WhatsApp: “Meskipun kami belum pernah didatangi oleh terduga korban, kami siap membantu apabila terduga korban akan melakukan pelaporan.”

 

Terkait respon cepat ini, Asep NS selaku Sekretaris Umum DPP PUSAT GMOCT mengungkapkan apresiasi sekaligus harapan:

 

“Kami mengapresiasi langkah cepat Kapolsek Pamarayan beserta jajarannya yang segera turun setelah pemberitaan kami tayang. Ini menunjukkan kepatuhan terhadap arahan pimpinan Polri untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Kami berharap upaya ini tidak berhenti sampai di sini, dan penyelidikan terhadap dugaan penipuan investasi bodong ini dapat dilanjutkan dengan sungguh‑sungguh agar korban mendapatkan keadilan dan tidak ada lagi warga yang menjadi korban selanjutnya.”

 

GMOCT memberikan ruang hak jawab sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 bagi pihak‑pihak yang terkait dengan pemberitaan ini.

 

 

 

Team/Red (GMOCT)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Hotline Pengaduan dan Hak Jawab: 0821‑1758‑6761

Editor: 

 

#InvestasiBodongSerang #ResponCepatPolsekPamarayan #GMOCT #PerlindunganMasyarakat

Laka Lantas Tegal Tewaskan Pengendara, Kehadiran Camat dan Perangkat Desa dalam Penyerahan Tali Asih Dipertanyakan

By On Oktober 25, 2026


TEGAL, 25 OKTOBER 2026 — Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menerima informasi terkait penanganan kasus kecelakaan lalu‑lintas mematikan di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, melalui media daring Bakaratobanews yang tergabung dalam jaringan GMOCT. Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang memerlukan klarifikasi dari pihak‑pihak terkait.

 

Berdasarkan Surat Keterangan Satlantas Polres Tegal Nomor KET/LP.611/VII/2026/Lantas tertanggal 31 Juli 2026, kecelakaan tersebut terjadi pada 28 Juli 2026 di Jalan Raya Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, dan menewaskan Henny Heryana serta melukai Dwi Triyani. Kecelakaan melibatkan truk Light Truck bernomor polisi H‑9337‑OV dan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi G‑5231‑BR.

 

Persoalan ini kembali menjadi sorotan setelah keluarga korban menyampaikan bahwa perwakilan pemilik kendaraan bernama Budi pernah datang menyerahkan uang tali asih sebesar Rp 5 juta kepada ibu almarhum, sekitar tiga hari setelah korban dimakamkan.

 

Menurut informasi yang diterima redaksi, dalam pertemuan tersebut turut hadir Camat Lukman, Kepala Desa Samsudin, Sekretaris Desa Aat Supriyatna, Ketua RW Bambang, Ketua RT Akhmad Jeni, serta anggota Linmas yang dikenal sebagai Gepin.

 

Informasi awal menyebutkan bahwa Budi diduga mengajak camat dan perangkat desa untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, tujuan kehadiran mereka dan kapasitas masing‑masing masih perlu diklarifikasi secara langsung.

 

Mengapa camat dan perangkat desa turut hadir dalam penyerahan tali asih tersebut? Siapa yang menginisiasi pertemuan, dan apakah ada pembicaraan mengenai penyelesaian perkara kecelakaan itu?

 

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Kehadiran pejabat dan perangkat desa tidak otomatis menunjukkan adanya intervensi, tetapi tujuan serta peran mereka perlu dijelaskan secara terbuka.

 

Persoalan lain muncul setelah keluarga korban menyatakan belum pernah menandatangani surat kesepakatan perdamaian. Keluarga juga menyampaikan bahwa santunan Jasa Raharja belum diterima atau belum terselesaikan hingga informasi ini dihimpun.

 

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal menyampaikan kepada Ketua DPD GMOCT Jawa Tengah, M. Bakara, bahwa perkara tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kanit Gakkum juga mengirimkan dokumentasi penyerahan uang tali asih sebagai bagian dari penjelasannya.

 

Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai dasar penyelesaian perkara. Apakah penyerahan uang Rp 5 juta hanya merupakan bentuk bantuan kepada keluarga korban, atau menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian yang dijadikan dasar penyelesaian perkara?

 

M. Bakara sebelumnya menghubungi Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, melalui WhatsApp pada 22 Oktober 2026 untuk meminta klarifikasi mengenai perkembangan perkara dan santunan korban. Namun, hingga informasi ini dihimpun, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.

 

Pada 24 Oktober 2026, Kasi Humas Polres Tegal, Komarudin, merespons komunikasi M. Bakara dan mengarahkannya untuk menghubungi Kanit Gakkum.

 

Redaksi juga menerima informasi yang masih perlu diverifikasi mengenai dugaan keterkaitan truk tersebut dengan Indra Kusuma, mantan Bupati Brebes periode 2002‑2010. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh bukti independen yang memastikan kepemilikan kendaraan tersebut. Karena itu, klarifikasi mengenai pemilik terdaftar dan kewenangan Budi sebagai perwakilan menjadi bagian penting dalam penelusuran.

 

Secara hukum, pemberian bantuan kepada ahli waris korban meninggal dunia tidak dengan sendirinya menghapus pertanggungjawaban pidana. Pasal 235 Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan bahwa pemberian bantuan kepada ahli waris tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

 

Karena itu, apabila perkara dinyatakan telah selesai secara kekeluargaan, perlu ada penjelasan mengenai status penyidikan, dasar hukum penyelesaian, dan dokumen yang mendukung pernyataan tersebut.

 

Redaksi memandang perlu meminta klarifikasi dari Kasat Lantas dan Kanit Gakkum Polres Tegal, Budi selaku pihak yang disebut mewakili pemilik kendaraan, Camat Margasari, kepala desa terkait, serta keluarga korban.

 

Publik berhak memperoleh kejelasan: apakah kesepakatan perdamaian benar‑benar ada, bagaimana status hukum perkara tersebut, dan apakah hak keluarga korban telah dipenuhi?

 

Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu, melainkan mendorong transparansi dan kepastian hukum dalam penanganan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka‑luka.

 

Sebagai bagian dari prinsip jurnalistik yang bertanggung jawab, GMOCT memberikan ruang hak jawab sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 bagi pihak‑pihak yang terkait dengan pemberitaan ini.

 

 

 

Team/Red (Bakaratobanews)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Hotline Pengaduan dan Hak Jawab: 0821‑1758‑6761

Editor: 

 

#LakaLantasTegal #KecelakaanLaluLintas #TransparansiPenangananPerkara #GMOCT #Bakaratobanews

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *