Berita Terbaru
Pasca Viral di Media GMOCT, Kanit Reskrim Polsek Pedurungan Bungkam Soal Nama Penyidik, GMOCT Siap Lapor Propam
By Redaksi On Juli 04, 2026
Dua Warga Korban Aldo Serena Resmi Lapor Dugaan Penipuan Investasi Bodong ke Polda Jateng
By Redaksi On Juli 03, 2026
Semarang, 3 Juli 2026 (GMOCT) – Dua warga Kabupaten dan Kota Semarang secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana yang diduga dilakukan oleh Aldo Serena terkait investasi bodong. Pelaporan dilakukan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah, dan telah mendapatkan disposisi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.
Kedua pelapor tersebut adalah Rajiman warga Kelurahan Beji, Kabupaten Semarang, dan Genoviva Inna Ariani warga Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Pelaporan didampingi Sekretaris Umum DPP Pusat Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) Asep NS serta Ketua DPD GMOCT Provinsi Jawa Tengah M Bakara.
Nomor Tanda Terima Surat Pengaduan
- Rajiman: Nomor TTSP / 278 / VII / 2026 / Ditreskrimum
- Genoviva Inna Ariani: Nomor TTSP / 277 / VII / 2026 / Ditreskrimum
Harapan Para Pelapor
Dalam pernyataannya, Rajiman berharap pihak kepolisian menelusuri kasus ini secara tuntas. "Kami berharap keadilan ditegakkan, dana yang kami tanamkan dikembalikan, dan pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak ingin menjadi korban yang sia-sia," ujarnya.
Sementara itu Genoviva Inna Ariani menyampaikan harapan serius agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat lain. "Kami berharap tidak ada lagi warga lain yang menjadi korban investasi serupa, dan proses hukum berjalan transparan hingga ke akar permasalahannya," tuturnya.
Peran Perantara dan Saksi
Dalam laporannya, Rajiman menyebutkan ada pihak yang memperkenalkannya kepada Aldo Serena, yakni berinisial S warga Tarukan, Kecamatan Bandungan, dan berinisial Bo warga Lamper Tengah, Kota Semarang. Sementara yang memperkenalkan Genoviva adalah perempuan berinisial E dan juga inisial Bo. Alur perkenalan berjalan: inisial S dan E membawa kedua pelapor kepada inisial Bo, yang kemudian mengantar mereka bertemu Aldo Serena.
Pernyataan Pendamping dan GMOCT
Ketua DPD GMOCT Jawa Tengah M Bakara selaku pendamping non litigasi menegaskan, "Kami memastikan hak hukum pelapor terpenuhi, mendorong kepolisian menelusuri seluruh aliran dana, dan meminta perlindungan bagi saksi serta korban."
Sekretaris Umum DPP Pusat GMOCT Asep NS menambahkan, "Siapapun yang terlibat memperkenalkan Rajiman dan Genoviva kepada Aldo Serena, pasti akan dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Apabila penyelidikan menemukan bukti keterlibatan lebih jauh, tidak menutup kemungkinan status saksi berubah menjadi tersangka."
GMOCT akan terus memantau perkembangan kasus ini.
#noviralnojustice
#gmoct
#poldajateng
#aldoserena
Sumber: Tim Liputan Khusus GMOCT
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
No Pengaduan: 082117586761
Editor: Asep NS
Tarisa Adelia S. Wakili Sanggar Dapur Pangbarep di Lomba Tari Jaipong Tingkat Provinsi "Dera Kinarya"
By Redaksi On Juli 03, 2026
Bandung – Harapan besar disematkan pada Tarisa Adelia S (10). Yang biasa di pangil Adel , putri dari Ibu Fitri Nur Aryani, yang akan tampil mewakili diantara perwakilan dari Sanggar Tari Dapur Pangbarep dalam ajang lomba seni tari Jaipong tingkat provinsi bertajuk Dera Kinarya.
Pertandingan akan digelar pada 4 hingga 5 Juli 2026 di Gedung GPK Braga, Kota Bandung.
Tarisa akan berlaga pada kategori tarian tunggal jenjang Sekolah Dasar kelas 4 hingga 6. Ia akan membawakan tarian dengan iringan lagu berjudul Mipit Bentang dan tampil dengan nomor urut 46 di Panggung B.
Pihak Sanggar Tari Dapur Pangbarep mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat luas agar Tarisa dapat menampilkan kemampuan terbaiknya serta meraih hasil yang membanggakan.
"Semoga Tarisa dapat tampil prima dan membawa prestasi yang membanggakan. Aamiin," harap pihak pengelola sanggar.
Ajang Dera Kinarya menjadi wadah penunjukan bakat dan pelestarian seni tradisional Jawa Barat, khususnya tari Jaipong, bagi generasi muda.
Sanggar Tari Dapur Pangbarep
Kontak: @idha jipo
Kasus Wolter Mongonsidi: Syarat RJ Saksi Disuruh Polisi Minta Hapus Berita, Pelaku Tidak Di Tahan
By Admin On Juli 03, 2026
Semarang, 3 Juli 2026 – Kasus yang sempat viral dengan judul "Kasus Wolter Monginsidi: Kami yang Didatangi dan Diserang Duluan, Tuduhan Pengeroyokan Sama Sekali Tak Berdasar" terbit 5 Juni 2026 kini memasuki tahap baru. Tim liputan khusus Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) mendapatkan informasi terkait perkembangan laporan polisi bernomor LP/b23/6/2026/SPKT/Polsek Pedurungan/Polrestabes Semarang/Polda Jawa Tengah.
Pihak Saksi dalam perkara pengeroyokan dan penganiayaan Mengaku Disuruh Penyidik Hubungi Media
Sekretaris Umum DPP PUSAT GMOCT Asep NS dan Ketua DPD GMOCT Jateng M Bakara menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Piton Nainggolan, selaku saksi dalam perkara pengeroyokan dan penganiayaan dari pihak yang dilaporkan.
Dalam pembicaraan, Piton mengaku diperintahkan langsung oleh penyidik Polsek Pedurungan agar awak media tidak lagi menghubungi kepolisian untuk klarifikasi maupun wawancara, dengan alasan berkas sedang disiapkan untuk proses Restoratif Justice (RJ) dan Mediasi. Bahkan secara terang-terangan, ia meminta agar pemberitaan yang telah viral sebelumnya untuk dihapus (take down) untuk persyaratan RJ yang di perintahkan oleh pihak pelapor.
Konfirmasi ke Polsek Pedurungan: Ada Permohonan RJ, namun Perintah Hubungi Media Tidak Diketahui
Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Asep NS didampingi M Bakara mendatangi Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Rismanto.
Dikonfirmasi, AKP Rismanto membenarkan bahwa kedua belah pihak telah mengajukan permohonan Mediasi dan RJ, dengan kesepakatan biaya pemulihan bagi korban sebesar Rp50.000.000. Kendati demikian, pasal yang tetap diterapkan dalam laporan maupun proses damai ini adalah dua pasal sekaligus: Pasal Pengeroyokan dan Pasal Penganiayaan.
"Benar ada permohonan RJ dan mediasi, berkasnya masih dalam proses, belum selesai. Nanti kasus ini akan dihentikan dengan SP3 di tingkat Polsek Pedurungan," tegas Rismanto.
Menanggapi pengakuan Piton Nainggolan yang menyatakan disuruh penyidik menghubungi media, Rismanto menjawab tidak tahu-menahu: "Kalau saya sendiri tidak tahu, mungkin anggota saya yang kenal dan memiliki nomor kontak dari Piton Nainggolan."
Menurut informasi yang beredar pula bahwa alasan kemanusiaan "Sakit" NS sebagai pelaku pengeroyokan dan penganiayaan tidak ditahan.
Pernyataan ini tentu memperjelas perintah penyidik Polsek Pedurungan, mengingat Piton sebelumnya menyebutkan secara eksplisit bahwa Penyidik Polsek Pedurunganlah yang memerintahkannya untuk meminta media berhenti menghubungi pihak kepolisian.
Perkembangan Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, berkas pengajuan RJ dan proses administrasi SP3 masih dalam tahap penyelesaian di Polsek Pedurungan. GMOCT akan terus memantau kesesuaian proses hukum, transparansi, serta kejelasan terkait pernyataan yang saling berbeda tersebut demi kepastian hukum bagi semua pihak.
#noviralnojustice
#gmoct
#polsekpedurungan
#kotasemarang
#poldajateng
Sumber: Tim Liputan Khusus GMOCT/Bakaratobanews
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:
Marak Mafia BBM Subsidi Ilegal di Bandung, Truk dengan Nopol Berbeda Ditemukan Beroperasi, Diduga Kuat Milik H. OD
By Admin On Juli 03, 2026
Bandung (GMOCT) – Informasi diterima Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online anggotanya, Senyapnews.id: Praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali marak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebuah truk terindikasi melakukan penyaluran ilegal di sejumlah titik, mulai dari SPBU Cileunyi, Rancaekek, Nagreg, hingga wilayah Cicakengka.
Warga sekitar Rancaekek melaporkan melihat truk tersebut berulang kali masuk ke SPBU dengan jeda waktu yang mencurigakan. Warga juga mendapati kejanggalan: nomor polisi bagian depan kendaraan berbeda dengan bagian belakang.
Saat truk tersebut sempat mogok dan diperbaiki di pinggir jalan, sopir menyebutkan bahwa kendaraan itu milik orang yang dikenal dengan inisial H Odong.
Pimpinan Redaksi Senyapnews.id, Ahmad Nuryaman, menambahkan bahwa praktik ini sudah berlangsung lama dan terorganisir. Menurutnya, hal ini terjadi karena minimnya penindakan tegas dari aparat penegak hukum. Para oknum memanfaatkan selisih harga antara solar subsidi dan solar industri untuk keuntungan pribadi.
"Kami meminta aparat tidak loyo, segera menindak tegas seluruh pihak yang terlibat. Bukan hanya pidana, perusahaan yang terbukti terlibat harus dibekukan operasionalnya hingga izin usahanya dicabut," tegas Ahmad Nuryaman.
#noviralnojustice
#gmoct
#poldajabar
Sumber: Senyapnews.id
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:
Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Tangerang, Penjaga Sebut Nama Pemilik Purnomo
By Admin On Juli 03, 2026
BM.online - Tangerang (GMOCT) – Informasi diterima Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online anggotanya, Bandunginvestigasinews: Diduga terjadi praktik penyalahgunaan dan penimbunan BBM Solar di sebuah gudang di wilayah Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kejadian ini bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau bahan bakar yang sangat pekat di radius luas, Jumat (3/7).
Di lokasi ditemukan puluhan jeriken yang diduga berisi BBM serta tiga unit truk yang diduga digunakan untuk mengangkut solar bersubsidi. Ketua RT setempat menyebut pemilik gudang adalah pria berdomisili Serang bernama Purnomo.
"Saya tidak tahu legal atau tidak, tapi dia membuat surat keterangan usaha berjenis perdagangan oli," ujar RT setempat.
Saat dikonfirmasi, pekerja di lokasi beralih tidak mengetahui rincian usaha tersebut dan hanya menyebut menjual oli, serta meminta untuk menemui orang bernama Aris di lain waktu.
Praktik ini diduga memanfaatkan selisih harga yang mencapai 300% antara harga subsidi dan harga industri. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Kapolres Metro Tangerang Kota untuk membongkar mafia migas, serta menjadi perhatian Mabes Polri di bawah pimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tindakan ini diancam sanksi tegas berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pihak kepolisian menyatakan akan mengatensikan laporan masyarakat terkait kasus ini.
#noviralnojustice
#gmoct
#pertamina
Sumber: Bandunginvestigasinews
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:
Babak Baru Kasus Wolter Mongonsidi: Dua Pasal Diajukan RJ, Penyidik Perintahkan Saksi Dalam Perkara Hubungi Media untuk Tidak Lagi Klarifikasi Pihak Polisi Dalam Bentuk Apapun?!!! Take Down Berita Untuk Syarat RJ, Pelaku Tidak Ditahan
By Admin On Juli 03, 2026
BM.online - Semarang, 3 Juli 2026 – Kasus yang sempat viral dengan judul "Kasus Wolter Monginsidi: Kami yang Didatangi dan Diserang Duluan, Tuduhan Pengeroyokan Sama Sekali Tak Berdasar" terbit 5 Juni 2026 kini memasuki tahap baru. Tim liputan khusus Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) mendapatkan informasi terkait perkembangan laporan polisi bernomor LP/b23/6/2026/SPKT/Polsek Pedurungan/Polrestabes Semarang/Polda Jawa Tengah.
Pihak Saksi dalam perkara pengeroyokan dan penganiayaan Mengaku Disuruh Penyidik Hubungi Media
Sekretaris Umum DPP PUSAT GMOCT Asep NS dan Ketua DPD GMOCT Jateng M Bakara menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Piton Nainggolan, selaku saksi dalam perkara pengeroyokan dan penganiayaan dari pihak yang dilaporkan.
Dalam pembicaraan, Piton mengaku diperintahkan langsung oleh penyidik Polsek Pedurungan agar awak media tidak lagi menghubungi kepolisian untuk klarifikasi maupun wawancara, dengan alasan berkas sedang disiapkan untuk proses Restoratif Justice (RJ) dan Mediasi. Bahkan secara terang-terangan, ia meminta agar pemberitaan yang telah viral sebelumnya untuk dihapus (take down) untuk persyaratan RJ yang di perintahkan oleh pihak pelapor.
Konfirmasi ke Polsek Pedurungan: Ada Permohonan RJ, namun Perintah Hubungi Media Tidak Diketahui
Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Asep NS didampingi M Bakara mendatangi Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Rismanto.
Dikonfirmasi, AKP Rismanto membenarkan bahwa kedua belah pihak telah mengajukan permohonan Mediasi dan RJ, dengan kesepakatan biaya pemulihan bagi korban sebesar Rp50.000.000. Kendati demikian, pasal yang tetap diterapkan dalam laporan maupun proses damai ini adalah dua pasal sekaligus: Pasal Pengeroyokan dan Pasal Penganiayaan.
"Benar ada permohonan RJ dan mediasi, berkasnya masih dalam proses, belum selesai. Nanti kasus ini akan dihentikan dengan SP3 di tingkat Polsek Pedurungan," tegas Rismanto.
Menanggapi pengakuan Piton Nainggolan yang menyatakan disuruh penyidik menghubungi media, Rismanto menjawab tidak tahu-menahu: "Kalau saya sendiri tidak tahu, mungkin anggota saya yang kenal dan memiliki nomor kontak dari Piton Nainggolan."
Menurut informasi yang beredar pula bahwa alasan kemanusiaan "Sakit" NS sebagai pelaku pengeroyokan dan penganiayaan tidak ditahan.
Pernyataan ini tentu memperjelas perintah penyidik Polsek Pedurungan, mengingat Piton sebelumnya menyebutkan secara eksplisit bahwa Penyidik Polsek Pedurunganlah yang memerintahkannya untuk meminta media berhenti menghubungi pihak kepolisian.
Perkembangan Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, berkas pengajuan RJ dan proses administrasi SP3 masih dalam tahap penyelesaian di Polsek Pedurungan. GMOCT akan terus memantau kesesuaian proses hukum, transparansi, serta kejelasan terkait pernyataan yang saling berbeda tersebut demi kepastian hukum bagi semua pihak.
#noviralnojustice
#gmoct
#polsekpedurungan
#kotasemarang
#poldajateng
Sumber: Tim Liputan Khusus GMOCT/Bakaratobanews
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:





