Berita Terbaru
Pemuda Batak Bersatu Nyatakan Sikap: Lawan Intoleransi, Tegakkan Toleransi! GMOCT Dukung Penuh
By Redaksi On Juli 31, 2025
Sinergitas Membangun Kuningan: Pemuda Pancasila (MPC Kuningan), SBI, dan GMOCT Bergandengan Tangan
By Anonim On Juli 30, 2025
Kuningan, Jawa Barat (GMOCT) – Pembangunan daerah merupakan dambaan seluruh lapisan masyarakat. Di Kabupaten Kuningan, hal ini diwujudkan melalui sinergitas yang kuat antara Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kuningan, dan Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT). Kerja sama ini dilandasi semangat patriotisme dan komitmen bersama untuk membangun daerah.
Pada Selasa, 29 Juli 2025, pertemuan antara ketiga elemen tersebut berlangsung di kantor MPC PP Kuningan. Diskusi difokuskan pada perkembangan pembangunan daerah dan peran penting masyarakat dalam pelaksanaannya.
Harnida Darius, S.H., Ketua MPC PP Kuningan, menekankan peran vital insan pers sebagai pilar kebangsaan dalam mengawasi pembangunan. Beliau mengapresiasi profesionalisme jurnalis di Kabupaten Kuningan yang telah aktif menjalankan tugas sebagai kontrol sosial.
“Profesionalisme dalam menjalankan tugas kita sebagai organisasi masyarakat dan insan pers sangat penting. Ciptakan kondisi sebagai tolak ukur pelaksanaan pembangunan daerah. Hal ini dapat tercapai dengan keselarasan kesadaran dan pemahaman yang sehat, tanpa unsur yang berpotensi merugikan pihak lain,” jelas Harnida. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada insan pers atas peran aktifnya dalam mengawasi pembangunan daerah, mengingatkan pentingnya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Lanjutkan perjuangan demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Harnida menambahkan pentingnya mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu untuk mencegah terulangnya kejadian yang merugikan. Sinergitas antar elemen daerah, menurutnya, menjadi kunci kemajuan. “Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, satukan tekad kita untuk membangun Kabupaten Kuningan agar lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Dukungan dari GMOCT
Agung Sulistio, Pimpinan Redaksi media online Kabarsbi dan Ketua Umum GMOCT serta Penasehat DPD Ormas MADAS DKI menambahkan, “GMOCT berkomitmen penuh mendukung sinergitas ini. Kami percaya kolaborasi antara media, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah sangat krusial untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan transparan di Kuningan. Peran media sebagai pengawas dan penyampai informasi kepada masyarakat sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dan keberhasilan program pembangunan.”
Senada dengan Agung, Asep NS, Sekretaris Umum GMOCT, menyatakan, “Sinergitas ini merupakan contoh nyata bagaimana elemen masyarakat dapat bersatu untuk kemajuan daerah. GMOCT siap menjadi jembatan informasi yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam proses pembangunan. Kami akan terus berupaya memberikan liputan yang berimbang dan objektif untuk mendukung terwujudnya Kuningan yang lebih maju dan sejahtera.”
Sinergitas antara SBI, MPC PP Kuningan, dan GMOCT menunjukan komitmen nyata dalam membangun Kabupaten Kuningan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan. Peran media massa sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab menjadi kunci keberhasilan pembangunan tersebut.
#noviralnojustice
#pemudapancasila
Team/Red (Kabarsbi)
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:
Prodi Geomatika Unjani Gandeng Desa Sukarapih Sumedang Susun Peta Batas Wilayah untuk Mitigasi Bencana
By Anonim On Juli 30, 2025
Sumedang, [29 Juli 2025] – Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), memulai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dan Penelitian di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
Kaprodi Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kol. (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi , MT. mengatakan, “Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dan Penelitian ini berfokus pada kolaborasi strategis dengan aparat desa untuk menghasilkan peta batas wilayah RT, RW, dan desa sebagai data spasial awal penunjang kebencanaan.” Paparnya.
Lanjut, Kol. (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi , MT. menyampaikan apresiasi dan terimakasih untuk pertemuan perdana ini. Dia mengatakan,” Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala desa berserta perangkatnya, Babinsa dan Babinkamtibmas atas penerimaan Tim Pengmas dan Penelitian Prodi Teknik Geomatika Unjani. Kiranya apa yang laksanakan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Kegiatan Pengmas dan penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.” Lanjutnya.
Pertemuan perdana yang berlangsung di Tanjung Sari ini menjadi landasan penting untuk menyelaraskan visi dan kebutuhan desa dengan kapabilitas akademik Prodi Geomatika. Dalam diskusi awal, tim dari Unjani memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi geospasial, khususnya pemetaan batas wilayah, sebagai fondasi vital dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Terpantau, Aparat Desa Sukarapih menyambut baik inisiatif ini, menyadari pentingnya data spasial yang akurat untuk perencanaan darurat dan alokasi sumber daya yang efektif saat terjadi insiden. “Ketiadaan peta batas yang jelas seringkali menghambat respons cepat dalam kondisi darurat,” ujar salah satu perwakilan desa.
Dari penjajakan awal, pemutakhiran dan digitalisasi data spasial batas wilayah diidentifikasi sebagai prioritas utama. Banyak data yang ada saat ini masih berupa data analog atau belum terintegrasi secara digital, sehingga menyulitkan analisis dan pemanfaatan yang cepat. Peta batas RT, RW, dan desa yang akurat diharapkan dapat menjadi basis data fundamental untuk mengidentifikasi area berisiko dan merancang jalur evakuasi.
Langkah selanjutnya adalah pembentukan tim gabungan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Geomatika, serta perwakilan dari aparat Desa Sukarapih. Tim ini akan bertanggung jawab merumuskan rencana aksi detail, termasuk metode survei lapangan, penggunaan perangkat lunak pemetaan, serta jadwal kegiatan dan pembagian peran. Pendekatan partisipatif ini diyakini akan menjamin bahwa output yang dihasilkan relevan dan dapat diaplikasikan langsung oleh pihak desa.
Mengakhiri kegiatan Kaprodi Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) berkata,” Dengan fondasi yang kuat ini, kegiatan Pengmas dan Penelitian di Tanjung Sari siap untuk memulai tahap pemetaan. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, Prodi Teknik Geomatika dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di Desa Sukarapih, sekaligus menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu geomatika untuk kepentingan masyarakat.” Pungkasnya.
Akibat Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Pemalsuan Tanda Tangan, Kades Dilaporkan ke Polisi
By Anonim On Juli 29, 2025
Magelang, Jawa Tengah (GMOCT) 29 Juli 2025 – Ratusan warga Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, menggelar demonstrasi pada Kamis (17/7/2025) menuntut kepala desa mereka mundur dari jabatan. Aksi ini dipicu oleh dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan tanda tangan oleh oknum kepala desa. Kejadian ini berujung pada pelaporan resmi ke Mapolres Magelang pada Senin (26/7/2025).
Beberapa perwakilan warga, didampingi kuasa hukum mereka dari Miftakhul Munir, SH., MH & Rekan, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 dan UU No. 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.
“Kami berharap pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Perkara ini harus diusut tuntas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegas Miftakhul Munir kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa aksi demo telah merusak reputasi Pemdes Wonogiri dan menghilangkan kepercayaan masyarakat. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap oknum yang menyalahgunakan wewenang dan menegakkan keadilan bagi warga. Pihaknya mendesak penyidik Polres Magelang untuk bertindak tegas dan objektif dalam menangani kasus ini.
Salah satu perwakilan pelapor yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa banyak tanda tangan bawahan kepala desa yang dipalsukan. Perbuatan ini dinilai melanggar hukum dan tidak dapat ditoleransi. Mereka berharap Polres Magelang segera memproses oknum kepala desa tersebut sesuai hukum yang berlaku dan mendesak kepala desa untuk turun dari jabatannya.
Saksi-saksi pelapor juga memberikan kesaksian serupa, menegaskan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan tanda tangan. Mereka berharap Polres Magelang segera menindaklanjuti laporan dan memproses kepala desa yang diduga bertindak sewenang-wenang.
Warga Desa Wonogiri secara tegas menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap oknum kepala desa ditindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung, termasuk pemanggilan beberapa pihak terkait untuk dimintai keterangan.
#noviralnojustice
#polrestamagelang
#polri
Red/Team (Penajournalis)
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:
Transparansi Anggaran Disdikbud Kuningan, Kadisdik: Rp 2,4 Miliar Dana Hibah Terserap Sesuai Perencanaan
By Anonim On Juli 28, 2025
PERWAST Gelar Rapat Konsolidasi, Bahas Perkembangan Organisasi dan Persiapkan Raker Akhir Tahun
By Admin On Juli 28, 2025
SERANG, BM.Online – Dalam rangka persiapan Rapat Kerja (Raker) akhir tahun 2025, Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST) melaksanakan Rapat Konsolidasi, di Saung Tepi Jalan, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 28 Juli 2025.
Dalam rapat tersebut, Pembina, Penasehat dan Pengurus inti, yakni Ketua, Sekertaris, Bendahara (KSB) beserta anggota dan Bidang turut hadir membahas sejumlah rancangan untuk perkembangan organisasi serta evaluasi sejumlah program untuk rapat kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina PERWAST, Angga Apria Siswanto menyampaikan, kegiatan hari ini guna membahas apa saja yang sudah dikerjakan dan apa saja yang akan dilaksanakan oleh organisasi.
Salah satunya, kata Angga, membahas persiapan Raker Akhir Tahun, yakni Pengurus akan merancang draf kegiatan tersebut dengan membentuk panitia dan lain sebagainya.
“Hari ini kita melakukan evaluasi dan membahas rencana kegiatan Raker Akhir Tahun 2025. Untuk itu, pengurus segera merancang berbagai persiapannya,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Penasehat PERWAST, Yusa Qorni. Menurutnya, pasca penyegaran organisasi, pengurus baru akan melakukan persiapan dengan menyusun draf kaitannya dengan program organisasi.
“Termasuk menyiapkan draf Peraturan Organisasi agar roda organisasi bisa berjalan sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Ketua PERWAST, Mansar mengatakan, usai rapat kosolidasi ini pihaknya akan segera menyusun berbagai persiapan dalam rangka Raker Akhir Tahun 2025.
“Ya, usai rapat konsolidasi ini, kami akan melakukan rapat internal pengurus dengan membentuk kepanitian guna menunjang kegiatan Raker Akhir Tahun 2025. Kami, jajaran pengurus dan anggota juga mengucapkan terima kasih atas arahan, saran dan masukan dari Pembina, Pak Angga, dan Penasehat, Pak Yusa, dalam rangka harmonisasi dan kekompakan organisasi PERWAST,” ucapnya. (*/red)
Pasca Dicegat Debt Collector, Ditengah Trauma Berat, Kebingungan Dimintai Klarifikasi oleh Pihak Kepolisian
By Redaksi On Juli 28, 2025
Semarang (GMOCT) – Kejadian penyegatan terhadap empat mahasiswi Semarang oleh debt collector di Bandungan pada 23 Juli 2025, berbuntut panjang. Bukan hanya dugaan ketidaktegasan aparat kepolisian dalam menangani premanisme yang menjadi sorotan, namun kini muncul polemik baru terkait kunjungan anggota kepolisian ke rumah salah satu korban, Mawar (nama samaran).
Mawar, yang masih trauma pasca kejadian, menceritakan pengalamannya kepada tim liputan khusus GMOCT. Pada Kamis malam, 24 Juli 2025, sekitar pukul 19.00-21.30 WIB, ia didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai Kanit Reskrim Polsek Bandungan, didampingi anggota Polsek Mijen. Kunjungan tersebut, menurut Mawar, bertujuan meminta klarifikasi terkait kebenaran kejadian penyegatan. Yang janggal, Mawar mengaku tidak pernah membuat laporan polisi, dan ia bingung bagaimana polisi mengetahui alamat dan nomor kontaknya, dan meminta klarifikasi dari nya serta mengarahkan dirinya untuk bertemu dengan anggota Propam Polres Semarang.
“Saya bahkan tidak memberikan nomor kontak saya kepada Pak Asep dan Pak Bakara yang telah membantu kami saat kejadian. Hanya Bunga, teman saya, yang punya nomor Pak Bakara, itu pun untuk antisipasi jika ada masalah selanjutnya,” jelas Mawar melalui pesan WhatsApp. Lebih lanjut, Mawar menyatakan bahwa kedua polisi tersebut tidak memperlihatkan identitasnya.
" Alasan kami tidak melakukan pelaporan pasca kejadian, selain kami berempat mengalami trauma yang berat, kamipun tidak ingin hal ini berlanjut dikarenakan kami ingin kembali fokus ke proses belajar, dan tidak ingin membuat orang tua kami pun khawatir berkelanjutan ",pungkas Mawar.
Begini selengkapnya penyampaian Mawar kepada awak media "Pada awalnya saya membuat video yg saya post ditiktok, lalu saya menandai polsek bandungan dan saya chat di DM tiktok untuk ditindak lanjutin agar tidak kembali terjadi lagi dan pihak admin polsek bandungan meminta nomor saya".
"Kemudian untuk kedatangan Pak Dwi, beliau mengetahui rumah saya dari plat nomer saya pada sebuah video yg saya unggah di tiktok walaupun di video saya sudah tutupi dgn sticker plat nomer saya, akan tetapi pihak polisi bisa membuka editan video saya di tiktok dan terlihat jelas nmr plat saya dan melacak rumah keberadaan saya.
Kedatangan pun tidak ada konfirmasi sebelumnya dan datang secara tiba" karena beliau diutus atasan untuk meminta klarifikasi saya atas kejadian yang sebenarnya.
"Untuk Pak Sus itu menghubungi saya pada jam 20.00 hari kamis 24 juli 2025.
Dan Pak Dwi tidak tahu sebelumnya jika saya dihubungi pak sus.
Saya baru bilang setelah ketemu Pak Dwi di rumah RT saya. Yg pertama datang orang tua saya yg dipanggil oleh pak RT kemudian setelah saya pulang saya dijemput ayah saya untuk menghadap ke Pak Dwi. Setelah saya bilang ke Pak Dwi jika saya dihubungi Pak Sus, beliau menelepon Pak Sus dan saya tetap disuruh bertemu dengan beliau untuk klarifikasi.
Akan tetapi saya mulai ragu jika sudah di klarifikasi di sini kenapa harus ada klarifikasi kembali kepada pihak Pak Sus. Jika diperlukan klarifikasi saya memilih di dampingi oleh pihak media, tetapi sampai saat ini tidak ada konfrimasi kembali".
"Dan Pak dwi menawarkan kasus ini mau dilaporkan atau tidak, kemudiaan saya menjawab "tidak pak, akan tetapi saya meminta perlindungan serta solusi untuk tindakan DC tersebut tidak terulang kembali, serta saya ingin mengkonfirmasi mengenai polisi yang datang tersebut apakah benar polisi atau komplotan dari DC tersebut karena waktu terjadi saya bukan nya ditolong malah pihak media yang menolong saya dan polisi menghilang begitu saja"
"Pak dwi mengatakan bahwa polisi tersebut benar polisi yang sedang patroli dan ia meninggalkan karena ada urusan mendadak"
"Yang masih saya pertanyakan kenapa polisi tersebut tidak berusaha melerai kami dan DC akan tetapi malah meninggalkan kami, Pak dwi masih tetap menjawab sepeti jwban diatas, Apakah pihak polisi menutupi kesalahan angota nya pada hari H kejadian tersebut".
Kanit Reskrim Polsek Bandungan, IPDA Dwi, memberikan klarifikasi melalui WhatsApp. Ia mengaku mendapat perintah pimpinan untuk menanyakan kebenaran kejadian tersebut dan telah memberikan pengertian kepada Mawar, menyarankan Mawar bertemu dengan anggota Propam Polres Semarang yang disebut sebagai Pak Sus. IPDA Dwi membantah adanya intervensi dan menegaskan kedatangannya didampingi Babinsa, RT, dan orang tua Mawar.
Tim liputan khusus juga menghubungi Pak Sus dari Propam Polres Semarang. Ia membenarkan upaya klarifikasi tersebut, namun menyatakan kesediaan untuk menyampaikan permintaan Mawar untuk didampingi awak media jika diperlukan ataupun ketika mawar menolak untuk memberikan klarifikasi.
Ironisnya, tim liputan khusus juga menerima telepon dari seorang awak media yang mengaku sebagai saudara pelaku penyegatan, meminta berita diturunkan dan menawarkan bantuan penjembatanan. Namun, yang bersangkutan tidak hadir saat diundang ke kantor GMOCT. Perwakilan dari pelaku penyegatan justru datang dan menjelaskan bahwa mereka hanya mencocokkan data kendaraan dan membiarkan mahasiswi pulang tanpa tindakan. Pihaknya juga mengakui meminta saran kepada awak media tersebut, namun membantah adanya menyebutkan nominal.
Kapolsek Bandungan telah menegaskan akan menindak tegas premanisme. Namun, polemik kunjungan polisi ke rumah Mawar dan dugaan ambisius Propam Polres Semarang dalam meminta klarifikasi tanpa laporan polisi, menimbulkan pertanyaan besar tentang profesionalitas dan etika penegak hukum. Tim liputan khusus GMOCT akan terus menelusuri kasus ini, termasuk meminta klarifikasi kepada anggota Polsek Mijen dan berkonsultasi dengan Bid Propam Polda Jateng. Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi korban.
#noviralnojustice
#polri
#premanisme
#polressemarang
#poldajateng
Team/Red
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor:













