Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Dibalik Garis Policeline Polsek Margaasih, 4 Lokasi Penjual Obat Tramadol Sebut Sudah Kordinasi



Bandung Barat, BM.online - Setelah tayang berita berjudul "Respon dan Kerja Keras Papolsek Margaasih Dalam Memberantas Predaran Obat Daftar G Patut Kita Acungkan Jempol"Jumat (3/4/26) melalui pemberian media online Bentengmerdeka.online. informasi ini mencuat dari seorang pedagang di Jalan Dimensi Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Senin 18 Mei 2026 

"Bulan Lalu kios penjual obat Tramadol tersebut ditindak oleh angota Polsek Margaasih serta di depanya terpasang garis Policeline. Ujarnya, Jumat (03/4/2026)

Menurutnya, Garis Policeline sudah tida lagi dipasang dan penjual obat daftar G kembali berjualan, diduga kuat terkait dengan adanya "uang kordinasi" demikian, kebenaran informasi ini masih belum terkonfirmasi dan menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat.

Diketahui, Omzet penjualan disebut mencapai Rp5 juta per hari, yang menunjukkan tingginya permintaan di kawasan tersebut. "Kalau melihat kios kios nya dari luar tampak seperti warung biasa. Namun faktanya, di balik garis Policeline kios sederhana, tersimpan sejumlah paket obat dalam bungkus kecil yang siap dijual. Jelasnya senin (18/5/2926) 

Menanggapi kondisi tersebut, Nurhamzah selaku tokoh masyarakat menduga adanya indikasi kuat kerjasama, setiap kali aparat hendak melakukan penindakan. Menurutnya, pola yang terjadi bukan lagi kebetulan, melainkan berulang dan sistematis.

"Setiap kali aparat datang, lokasi selalu kosong. Namun anehnya, satu hari kemudian aktivitas penjualan obat keras kembali berjalan normal, seolah tidak pernah ada penindakan,” tegas Nurhamzah, Senin (18/5/26).

Dirinya menilai kondisi ini sangat berbahaya karena tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

"Jika aparat hanya datang tanpa hasil, masyarakat akan menilai penegakan hukum sebatas formalitas. Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, bukan sekadar pelanggaran ringan,” ujarnya.

Masyarakat Lagadar mendesak Kapolsek Margaasih dan Kapolres Cimahi untuk tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum aparat yang diduga bermain mata dengan jaringan pengedar obat keras. 

''Harus ada audit internal. Jika ditemukan oknum yang menyalahgunakan kewenangan, tindak tegas tanpa kompromi. Jangan biarkan satu atau dua oknum merusak marwah institusi,” kata Nurhamzah 

Lebih lanjut, Nurhamzah menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh bersifat reaktif, seremonial, atau sekadar merespons laporan sesaat. Menurutnya, dibutuhkan langkah berkelanjutan, pengawasan ketat, dan transparansi agar praktik peredaran obat keras ilegal benar-benar bisa diputus. 

"Penindakan harus konsisten dan berkelanjutan. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan penjual obat keras. Jika dibiarkan, ini sama saja memberi ruang tumbuh bagi kejahatan,” pungkasnya 

Previous
« Prev Post
Show comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *