Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Fakta Terbaru: Widia Nopitasari Ungkap Jalan Berliku Cari Keadilan di Polda Banten, Diintimidasi & Ditekan Sesama Anggota


 
BANTEN (GMOCT) – Semakin terbuka fakta kelam di balik perjuangan Widia Nopitasari, istri anggota Polri yang kini berjuang mati-matian mencari keadilan setelah dilindas kekuasaan oknum di lingkungan Polda Banten dan Polres Pandeglang. Melalui komunikasi eksklusif dengan Tim Liputan Khusus GMOCT pada Selasa, 2 Juni 2026, Widia membongkar kronologi mengejutkan: janji pertemuan dengan pejabat tinggi Paminal tiba-tiba dibatalkan sepihak, disusul ancaman terang-terangan lewat surat tuduhan yang dikirimkan pihak tak dikenal—jelas bentuk teror agar ia diam dan mundur.
 
Janji Bertemu Dibatalkan, Seolah Bermain-main dengan Nasib Korban
 
Menurut penuturan rinci Widia lewat pesan WhatsApp, pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB, Kanit Provos Polsek Cimanuk menerima telepon dari Kasipropam Polres Pandeglang. Ia diinstruksikan agar Widia dan suaminya harus segera bertemu Kasubdit Paminal Polda Banten beserta satu anggota jajarannya di wilayah Polres Pandeglang.
 
Namun, suami Widia—yang juga anggota Polri—tidak bisa langsung hadir karena sedang menjalani tugas resmi: mengikuti rapat zoom bhabinkamtibmas dan seleksi CASIS Polri hingga siang hari.
 
Setelah urusan tugas selesai, Kanit Provos kembali menghubungi Widia menanyakan lokasi pertemuan. Dengan tegas dan berhati-hati, Widia menjawab: "Saya maunya di luar saja Bang, saya tidak mau diintimidasi kalau bertemu di kantor."
 
Lokasi pun disepakati: Juice Cikupa, depan MUI Ciekek Pandeglang. Di tengah perjalanan, rombongan diminta pindah ke tempat lain, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Namun, dua menit kemudian datang kabar mengecewakan: pertemuan DIBATALKAN secara sepihak.
 
"Kanit Provos ditelepon lagi, katanya mereka membatalkan pertemuan. Kasipropam bilang nanti akan dijadwalkan ulang lagi," ungkap Widia dengan nada kecewa. Baginya, ini bukan sekadar perubahan jadwal, melainkan bukti jelas bahwa pihak yang dilaporkan seolah tidak serius, bahkan berusaha mengulur waktu dan mematikan langkah keadilan.
 
Ingat, Widia sudah melaporkan oknum Paminal Polda Banten dan oknum Polres Pandeglang ke Propam bahkan Itwasda, namun hingga kini kasus tak kunjung tembus ke meja hijau.
 
Dikirim Surat Tuduhan: "Penggelapan & Pengalihan Unit", Bentuk Teror Nyata
 
Tak cukup hanya dibatalkan pertemuannya, tekanan makin menjadi-jadi. Widia mengaku mendapat pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal, mengirimkan berkas PDF berisi surat pemberitahuan yang isinya: pihak pengirim akan melaporkan Widia dan suami atas dugaan penggelapan serta pengalihan unit kendaraan.
 
"Saya sangat paham maksudnya. Ini murni bentuk intervensi, menakut-nakuti saya supaya berhenti berjuang. Tuduhan itu tidak benar, tapi dikirimkan sengaja supaya saya takut dan mundur," tegas Widia.
 
Ia yakin pengirimnya adalah orang dalam, pihak yang merasa terancam karena perbuatannya terbongkar, dan ingin membalas dengan cara kotor.
 
"Semakin Ditekan, Semakin Saya Bersuara" – Doa Untuk Kapolri & Jenderal
 
Widia menegaskan, tekanan, intimidasi, ancaman laporan balik, hingga pembatalan pertemuan tidak akan membuatnya menyerah. Justru sebaliknya: semakin ditekan, semakin keras suaranya.
 
"Semakin saya ditakut-takuti, diintervensi, diintimidasi—semakin saya buka suara. Saya ingin kebenaran terungkap dan keadilan terwujud. Saya berharap Bapak Kapolri dan seluruh Jenderal pimpinan Polri bisa segera tahu apa yang saya alami. Saya korban, dan saya minta perlindungan hukum, bukan sebaliknya saya yang ditindas sesama institusi," ucapnya bergetar.
 

GMOCT akan terus mengawal perjuangan Widia Nopitasari sampai tuntas, dan meminta pimpinan tertinggi Polri segera turun tangan, bersihkan oknum, dan pastikan tidak ada lagi warga negara—apalagi keluarga anggota sendiri—yang dianiaya di bawah payung hukum.

#noviralnojystice
#kapolri
#polripresisi
#poldabanten
#gmoct
 
(TIM LIPUTAN KHUSUS / DIVISI INVESTIGASI GMOCT)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor:


Previous
« Prev Post
Show comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *