Serang-klarifikasi dugaan jalan PAUD TUNAS MULIA senggol tanah keluarga,penjelasan di awali oleh ustad Marta selaku pemilik tanah seluas 794 meter, yang di atasnya berdiri beberapa bangunan termasuk revitalisasi gedung PAUD TUNAS MULIA yang saat ini sedang di kerjakan.
Menurut ustad Marta terkait dugaan jalan senggol tanah orang, sebenarnya bukan menyenggol melainkan kami akan jadikan tanah kami untuk jalan seluas lebar satu meter, namun di sisilain ada pihak yang menginginkan lebar jalan itu harus dua meter, tentu dalam hal ini kami selaku pemilik tanah tidak mau karna jalur ini bukan akses utama tapi hanya jalan gang saja.
Adapun kami memberikan atau tidaknya itu hak kami, mereka tidak punya hak atau memaksa untuk di ikuti, tanah ini milik kami, kami sudah wacanakan lebar satu meter untuk jalan, kenapa yang bukan hak mempermasalahkan hingga harus lebar dua meter saja untuk jalan, terang ustad Marta.
Sebenarnya kami ini satu keluarga, mereka selaku anak dan saya selaku cucu, namun terkait tanah yang saya miliki ini adalah hasil pembelian dari salahsatu anak itu, mereka tau tanah ini sudah bersertifikat atas nama saya batas-batasnya jelas , kok kenapa mereka mengklaim tanah kosong depan rumah saya tidak termasuk lokasi yang sudah bersertifikat ini, hingga mereka menginginkan agar di jadikan jalan seluas lebar dua meter, ya itu hak kita dong, tambahnya ustad marta.
Keterangan ustad Marta di tambahkan oleh Madzudin selaku kepala sekolah PAUD TUNAS MULIA tentang adanya dugaan dugaan yang tertulis di salahsatu pemberitaan media yang dia nggapnya tidak benar tanpa konfirmasi.
Menurutnya, terkait adanya pemberitaan media yang berjudul "Revitalisasi Gedung PAUD TUNAS MULIA Diduga Senggol Tanah Keluarga, persoalan lebar 2 Meter Dipersoalkan"
Saya Madzudin selaku kepala PAUD TUNAS MULIA sekaligus penanggung jawab revitalisasi PAUD TUNAS MULIA, sangat menyayangkan pemberitaan tersebut adalah tidak benar.
1. Tidak ada pembangunan jalan paving blok melalui perkim, pembangunan atau pengadaan jalan paving blok itu masuk kedalam penataan lingkungan revitalisasi PAUD TUNAS MULIA, serta tidak ada tanah keluarga yang digunakan untuk program tersebut.
2. Pembangunan podium, PAUD TUNAS MULIA tidak ada rencana untuk mendirikan podium dalam program revitalisasi tersebut.
3. Tentang Penutupan akses jalan masyarakat, tidak ada akses jalan masyarakat yang ditutup.
4. Saya Sangat menyayangkan pemberitaan dari media terkait, karena tidak ada dari pihak media tersebut yang datang menemui saya selaku kepala PAUD TUNAS MULIA, tidak adanya kunjungan media itu untuk mewawancarai saya selaku narasumber sehingga pemberitaan yang muncul saya nyatakan tidak benar semua
5. Etika Jurnalistik patut dipertanyakan, karena tidak ada konfirmasi terkait pemberitaan yang diterbitkan sehingga pemberitaan bohong.
6. Saya minta kepada awak media terkait untuk membuat permintaan maaf karena telah mencemarkan nama baik lembaga PAUD TUNAS MULIA sehingga mengakibatkan kerugian moril, serta memberitakan ketidakbenaran yang mengakibatkan kegaduhan ditengah masyarakat.
7. Setelah saya mempelajari & menelusuri pemberitaan media tersebut, ditemukan fakta bahwa itu merupakan miskomunikasi atau permasalahan internal keluarga pemilik sah lahan & keluarga, maka dari itu Saya selaku kepala PAUD TUNAS MULIA meminta & menegaskan agar tidak membawa lembaga kepada permasalahan internal keluarga, terang Madzudin, Minggu 20/09/2026.
Reporter:samu korlip.
« Prev Post
Next Post »

