BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada Jumat malam (30/10/2026) mengakibatkan tanggul atau kirmir Sungai Cikalintu jebol di kawasan Jalan Cihampelas Atas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Tingginya debit air sungai setelah hujan mengguyur sejak sore hingga malam hari diduga menjadi penyebab tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran air hingga akhirnya mengalami kerusakan dan jebol.
Akibat kejadian tersebut, air sungai meluap dan menerjang permukiman warga di sekitar bantaran sungai. Material tanggul yang roboh turut menimpa sejumlah rumah, sementara lumpur dan genangan air masuk ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 34 rumah dengan total 114 warga terdampak akibat peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, dua rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pasca-kejadian, petugas BPBD bersama aparat kewilayahan dan masyarakat setempat melakukan penanganan di lokasi. Upaya tersebut meliputi pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, serta pembersihan material lumpur yang terbawa arus banjir.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap kondisi infrastruktur penahan aliran sungai, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul secara menyeluruh dengan konstruksi yang lebih kuat dan kokoh guna mengantisipasi kejadian serupa, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Selain penanganan darurat, diperlukan pula langkah mitigasi bencana, pemeriksaan kondisi infrastruktur secara berkala, serta pengawasan terhadap kawasan rawan banjir.
Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah kerusakan terjadi, tetapi juga harus disertai upaya pencegahan agar masyarakat tidak terus berada dalam ancaman bencana serupa.
You are reading the newest post
Next Post »
