100 HARI PERTAMA KAPOLRI DIUJI: DUGAAN PEREDARAN OBAT KERAS DAFTAR G DI LELES GARUT, PENINDAKAN DISOROT—ISU KEBocoran INFORMASI MENCuat
On November 04, 2026
GARUT — Seratus (100) hari pertama kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen reformasi dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Rabu (4/11/2026), perhatian masyarakat tertuju pada tiga agenda utama yang dijanjikan, yakni menciptakan ruang publik yang aman, memberantas peredaran narkoba, serta menindak praktik judi daring dan penipuan digital. Namun, komitmen tersebut kini diuji oleh dugaan maraknya peredaran obat keras daftar G di wilayah hukum Polsek Leles, Kabupaten Garut.
Persoalan ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas jual beli obat keras jenis Tramadol, Eximer, dan obat sejenis yang diduga berlangsung di lingkungan permukiman. Aktivitas tersebut disebut-sebut melibatkan pembeli dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena peredaran obat keras tanpa pengawasan dan ketentuan yang sah berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya generasi muda.
Seorang warga setempat yang identitasnya disamarkan dengan nama Rijal mengaku sering melihat sejumlah anak muda mendatangi lokasi yang dicurigai menjadi tempat transaksi obat-obatan tersebut. Ia mengaku mengetahui dugaan jenis obat yang diperjualbelikan setelah memperhatikan aktivitas para pembeli. "Saya sering melihat banyak anak-anak remaja sampai dewasa membeli obat Tramadol dan lainnya. Saya bisa mengetahui karena banyak anak muda yang datang ke lokasi untuk membeli obat tersebut," ungkapnya, Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, Aipda Kiki selaku Kanit Reskrim Polsek Leles membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dan menindaklanjuti informasi mengenai dugaan transaksi obat keras daftar G jenis Tramadol, Eximer, dan sejenisnya. Namun, berdasarkan hasil tindak lanjut awal, lokasi yang dilaporkan disebut sudah tidak menunjukkan aktivitas. "Sudah kami tindaklanjuti, namun lokasi yang dilaporkan sudah tidak ada aktivitas," demikian keterangan Kanit Reskrim Polsek Leles melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Meski demikian, berhentinya aktivitas di lokasi yang dilaporkan belum serta-merta menjawab seluruh pertanyaan masyarakat. Muncul dugaan adanya kebocoran informasi sebelum penindakan dilakukan. Bahkan, beredar pula isu mengenai dugaan uang koordinasi yang disebut-sebut berkaitan dengan kelancaran aktivitas penjualan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan kebocoran informasi maupun uang koordinasi tersebut belum terverifikasi dan tidak dapat dianggap sebagai fakta atau tuduhan yang telah terbukti. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi spekulasi liar.
Katatribun.id memandang persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari Kapolres Garut, Kapolda Jawa Barat, Bidang Propam, serta fungsi pengawasan internal Polri. Penelusuran tidak cukup hanya berhenti pada pemeriksaan lokasi, tetapi juga perlu memastikan sumber pasokan obat, pihak yang diduga terlibat, legalitas distribusi, serta kemungkinan adanya jaringan penjualan lain. Apabila ditemukan pelanggaran oleh oknum maupun pelaku usaha, penindakan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Seratus hari pertama kepemimpinan Kapolri seharusnya menjadi momentum pembuktian, bukan sekadar deretan janji. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya laporan bahwa lokasi sudah sepi setelah informasi penindakan beredar. KabarSBI.com mendorong Polsek Leles dan Polres Garut memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan penanganan perkara ini. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Aipda Kiki, Kapolsek Leles, Kapolres Garut, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan. Sebab, pemberantasan peredaran obat keras harus berjalan beriringan dengan keberanian membersihkan institusi dari segala bentuk penyimpangan apabila memang terbukti terjadi.



















