Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Peresmian Paguyuban Seni Reog "Satrio Mudo Krajan" Desa Pagersari, Wadah Pengembangan Budaya bagi Pemuda

By On Januari 04, 2026



BERGAS, KABUPATEN SEMARANG (4 Januari 2026) – Paguyuban Seni Reog bernama "Satrio Mudo Krajan" resmi diperesmikan pada Minggu (4/1) di Lapangan Jogo Semi Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur terkait ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni Reog sebagai warisan budaya lokal sekaligus menjadi wadah positif bagi aktivitas pemuda.

 

Hadir dalam acara peresmian tersebut antara lain Kepala Desa Pagersari Rusdiyono, Bhabinkamtibmas Bripka Fictormoko, Babinsa Serda Turmono, serta Danton Satlinmas Desa Pagersari Jumari yang didampingi anggota Satlinmas Abdul Wachib. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan sponsor dari Nahdi Mart, mini market terkenal yang berlokasi di Jalan Raya Bandungan - Bergas, RT.02/RW.02, Pondansari, Bergas Lor, Kecamatan Bergas.

 

Statement Kepala Desa Pagersari Rusdiyono

 

"Saya sangat mendukung berdirinya paguyuban ini. Seni Reog bukan hanya hiburan, tetapi juga identitas budaya kita yang harus dilestarikan. Melalui paguyuban, diharapkan pemuda Desa Pagersari dapat lebih dekat dengan budaya lokal dan mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif serta bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

 

Statement Bhabinkamtibmas Bripka Fictormoko

 

"Sebagai aparatur yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, kami melihat paguyuban seni seperti ini memiliki peran penting dalam mencegah perilaku negatif pada pemuda. Kami siap memberikan dukungan terkait keamanan dan juga mendorong agar paguyuban ini dapat berkembang dengan baik serta menjadi contoh bagi paguyuban lainnya di wilayah ini," jelasnya.

 

Statement Babinsa Serda Turmono

 

"Kami dari Koramil selalu mendukung upaya pengembangan seni dan budaya di masyarakat, terutama yang melibatkan pemuda. Seni Reog memiliki nilai pendidikan yang tinggi, mulai dari kerja sama tim, disiplin, hingga penghormatan terhadap tradisi. Kami akan terus mengawasi dan memberikan bimbingan agar paguyuban ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal," ungkapnya.

 

Statement Pimpinan Paguyuban Seni Reog "Satrio Mudo Krajan" Kusnadi

 

"Alhamdulillah, paguyuban yang kami rintis bersama rekan-rekan akhirnya resmi diperesmikan. Tujuan kami mendirikan paguyuban ini adalah untuk mengumpulkan pemuda yang memiliki minat pada seni Reog, melestarikan gerakan dan filosofi di balik setiap tarian Reog, serta mengangkat nama baik Desa Pagersari melalui pentas seni di berbagai ajang. Kami berharap dapat terus mendapatkan dukungan dari semua pihak," ucap Kusnadi.

 

Statement Pengurus Paguyuban Rusdi

 

"Sebagai pengurus, kami berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan baik, mulai dari mengelola administrasi paguyuban, mengatur latihan rutin bagi anggota, hingga merencanakan kegiatan dan pentas yang akan dilakukan. Dukungan dari sponsor Nahdi Mart sangat berarti bagi kami untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan dan keperluan kegiatan paguyuban. Kami juga berjanji akan menjaga nama baik paguyuban dan selalu berkontribusi pada kemajuan desa," ujar Rusdi.

 

Acara peresmian ditutup dengan pertunjukan seni Reog yang dipentaskan langsung oleh anggota paguyuban, yang menarik perhatian banyak warga yang hadir. Dan membuka lahan ekonomi bagi para pedagang musiman yang terbiasa berjualan di acara acara kesenian tradisional seni reog.


Team Liputan: Asrori/Jumari


Editor: Asep NS

Diduga Ada Kebocoran Informasi, Penindakan Obat Keras di Cibeunying Kidul Dinilai Tak Efektif

By On Januari 03, 2026



Kota Bandung, Bentengmerdeka.online – Meski penindakan kerap dilakukan aparat penegak hukum terhadap peredaran obat keras golongan G di wilayah Cibeunying Kidul namun aktivitas tersebut diduga terus berlangsung tanpa hambatan berarti, hal ini memunculkan pertanyaan serius soal efektivitas dan integritas penegakan hukum di lapangan.


Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Jawa Barat Muttaqien Rachman menilai adanya indikasi kuat kebocoran informasi setiap kali aparat hendak melakukan penindakan. Menurutnya, pola yang terjadi bukan lagi kebetulan, melainkan berulang dan sistematis.


“Setiap kali aparat datang, lokasi selalu kosong. Namun anehnya, beberapa hari kemudian aktivitas penjualan obat keras kembali berjalan normal, seolah tidak pernah ada penindakan. Ini pola berulang yang patut diduga sebagai kebocoran informasi,” tegas Rachman, Sabtu, (3/1/26).


Rachman menilai kondisi ini sangat berbahaya karena tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Terlebih, peredaran obat keras ilegal berdampak langsung terhadap generasi muda dan keamanan lingkungan.


“Jika aparat hanya datang tanpa hasil, masyarakat akan menilai penegakan hukum sebatas formalitas. Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, bukan sekadar pelanggaran ringan,” ujarnya.


Ia pun mendesak Kapolrestabes Bandung untuk tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum aparat yang diduga bermain mata dengan jaringan pengedar obat keras.


“Harus ada audit internal. Jika ditemukan oknum yang menyalahgunakan kewenangan, tindak tegas tanpa kompromi. Jangan biarkan satu atau dua oknum merusak marwah institusi,” kata Rachman.

Lebih lanjut, Rachman menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh bersifat reaktif, seremonial, atau sekadar merespons laporan sesaat. Menurutnya, dibutuhkan langkah berkelanjutan, pengawasan ketat, dan transparansi agar praktik peredaran obat keras ilegal benar-benar bisa diputus.


“Penindakan harus konsisten dan berkelanjutan. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan penjual obat keras. Jika dibiarkan, ini sama saja memberi ruang tumbuh bagi kejahatan,” pungkasnya.


Rachman berharap aparat penegak hukum dapat segera membuktikan komitmen nyata di lapangan, demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Kota Bandung, khususnya di wilayah Cibeunying Kidul.


Warung di Sukaraja Cicendo Diduga Edarkan Obat Daftar G, Respon Cepat Polsek Cicendo Mendapat Apresiasi Dari Masyarakat

By On Januari 03, 2026




Kota Bandung, BM.lmline - Sebuah warung yang diduga menjadi tempat transaksi jual beli obat daftar G jenis tramadol dan hexymer tepatnya di Jl. Jend. H. Amir Machmud No.258/264, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung - Jawa Barat. Pada Jumat 2 Januari 2026


Berdasarkan informasi dari Masyarakat bahwa tempat tersebut mengedarkan obat daftar G jenis tramadol dan exhymer secara tersembunyi awak media mendatangi warung tersebut untuk membeli obat tramadol dan benar saja awak media membeli 5 butir obat tramadol seharga Rp.30.000 ternyata benarsaja awak media tanpa membawa resep dokter bisa mendapatkan obat tersebut.


Salah satu narasumber yang tidak ingin disebutkan identitas nya saat dikonfirmasi, ia mengatakan, bahwa tempat tersebut memang Benar telah menjual obat Terlarang Golongan ( G) jenis xymer dan tramadol yang diduga tanpa resep dokter


"Peredaran obat- obatan terlarang di warunh tersebut setiap hari nya terlihat jelas banyak anak anak dan para remaja usia dibawah umur. khawatirnya obat yang telah dikonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan. Katanya


Dengan adanya peredaran jual beli obat- obatan secara bebas ini kami minta kepada aparat penegak hukum(APH) wilayah hukum setempat untuk segera ambil tindakan tegas dan meyelidiki para jaringan mapia bila terbukti kami minta untuk segera di tangkap pelaku nya.


Kanit reskrim polsek Cicendo Saat dikonfirmasi merespon dan mengarahkan angota bergerak cepat mendatangi lokasi penjualan obat obatan yang berada di Jl. Jend. H. Amir Machmud No.258/264, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

 "Trimakasih informasinya, Angota sedang mengarah ke lokasi, namun setelah didepan toko sudah sepi (Tida ada kegiatan). Kata Kanit Reskrim Polsek Cicendo melalui pesan WhatsAppnya 



Kegiatan tini adalah respon cepat dalam menindaklanjuti aduan masyarakat yang berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas jual-beli obat keras di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama.


Praktik penjualan obat keras tanpa izin ini jelas melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 917/Menkes/Per/X/1993 tentang obat keras yang hanya boleh dijual di apotek dengan resep dokter.


Tindakan cepat dan sigap Anggota Polsek Cicendo ini mendapat apresiasi dari masyarakat. "Kami sangat mengapresiasi kecepatan Polsek Cicendo dalam menangani laporan warga. Ini merupakan bukti bahwa Polisi sungguh-sungguh melayani dan menjaga keamanan masyarakat,” ungkap Wawan, Salah satu pedagang

Kejadian ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya kepedulian dan kerjasama antara Polisi dan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Cicendo Polrestabes Bandung. (Red/Tim)

Diduga Bandel, Awal Tahun 2026 Penjual Obat Terlarang di Cibeunying Kidul Ramai Seperti Tempat Wisata

By On Januari 01, 2026




Kota Bandung, BM.online - Bebetapa hari lalu pernah diberitakan sebuah warung tutup di Jl, KHP Hasan Mustofa, Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung yang diduga menjadi tempat transaksi jual beli obat daftar G jenis tramadol dan hexymer.Pada Kamis 1 Januari 2026

Dikabarka penjaga toko tersebut bernama Roy saat dikonfirmasi tim media sebelumnya mengatakan bahwa toko tersebut milik Oknum Kapten inisial HN "Iya bang saya menjual obat tramadol dan exsimer milik pa herman, Abag langsung saja hubungi Beliau. Jelasnya 

Dikutip dari pemberitaan media online AkalinNews.Com dan SenyapNews.id, bahwasanya Satnarkoba Polrestabes Bandung Saat dikonfirmasi merespon dan bergerak cepat mendatangi lokasi penjualan obat obatan yang berada di Jl. Khp Hasan Mustopa, Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

"Sudah kami tindak lanjuti namun didepan toko sudah sepi (Tida ada kegiatan). Kata salah satau Anggota Resnarkoba Polrestabes Bandung melalui pesan WhatsAppnya,"Pada Selasa 30 Desember 2025 

Kegiatan kegiatan tersebut adalah respon cepat dalam menindaklanjuti aduan masyarakat yang berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas jual-beli obat keras di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Selasa (30/12/2025).

Praktik penjualan obat keras tanpa izin ini jelas melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 917/Menkes/Per/X/1993 tentang obat keras yang hanya boleh dijual di apotek dengan resep dokter.

Pada Kamis 1 Januari 2026 Secara tersembunyi awak media mendatangi warung tersebut untuk memastikan sudah dilakukan atau belum dan ternyata lokasi tersebut ramai didatangi pembeli.

Dibenarkan Salah satu narasumber yang tidak ingin disebutkan identitas nya saat dikonfirmasi, ia mengatakan. bahwa tempat tersebut memang Benar telah menjual obat Terlarang Golongan jenis xymer dan tramadol yang diduga tanpa resep dokter.

"Ada nya tempat eksekusi, Penjual obat- obatan terlarang yang setiap hari nya terlihat jelas banyak anak anak Dan para remaja usia dibawah umur. Ujarnya 

Warga berharap kepada aparat penegak hukum agar selalu tanggap dalam menegakan hukum dan tidak pandang bulu terhadap peredaran obat obatan keras diwilayah khususnya kota Bandung.

"Kami (Warga) minta kepada Kapolrestabes Bandung untuk segera ambil tindakan tegas dan meyelidiki para jaringan mapia bila terbukti kami minta untuk segera di tangkap pelaku nya. Kata salah satu warga sekitar pada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan penjualan obat-obatan terlarang di Jl, KHP Hasan Mustofa, Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung - Jawa Barat Masih Ramai Seperti Tempat Wisata.(Red/Tim

GMOCT Apresiasi Giat Media Koran Cirebon Gelar Silaturahmi Jurnalis Seciayumajakuning di Awal Tahun 2026

By On Januari 01, 2026


Cirebon ,  01/01/2026 (GMOCT) - Di awal tahun 2026 yang penuh berkah, Media Koran Cirebon menggelar acara silahturahmi bagi sesama jurnalis yang tergabung dalam media sewilayah Ciayumajakuning. Acara yang diselenggarakan pada hari Kamis (01/01/2026) tersebut diadakan dengan konsep sederhana namun sarat makna dalam menjalin tali persaudaraan dan komunikasi antarprofesi.

 

Acara yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jalan Jenderal A. Yani depan GCM Ciko, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media serta didukung oleh pengurus dari beberapa organisasi profesi jurnalistik, antara lain SMSI, GMOCT, PWI, HIPWI, PWO DWIPANTARA, FWC, FJOC, dan Jurnalis GCM.

 

Dalam sambutannya, Firda Asih menegaskan komitmen Media Koran Cirebon sebagai media yang tetap setia pada fakta di tengah gempuran informasi hoaks yang marak beredar. "Rekan-rekan jurnalis khususnya Ciayumajakuning, keberadaan kalian hari ini mengingatkan saya pada komitmen kita terhadap kebenaran yang telah saya jaga sejak pertama kali terjun di dunia jurnalistik tahun 2007," ucapnya.

 

Menurutnya, di tengah laju informasi yang cepat dan seringkali membingungkan, Media Koran Cirebon memilih untuk tetap konsisten pada prinsip akurasi. "Silahturahmi hari ini bukan sekedar seremoni, melainkan momentum bagi kita untuk menyamakan langkah. Meski medianya berbeda, nafas kita tetap sama: mengabdi pada publik dengan integritas yang tidak tergoyahkan," tambahnya.

 

Firda juga menekankan pentingnya rasa hormat terhadap profesi jurnalis yang berperan sebagai mata dan telinga masyarakat. "Sekuat apa pun persaingan di lapangan, kita adalah satu keluarga besar Media Cirebon yang memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan daerah kita tercinta," ungkapnya.

 

Sementara itu, Asep NS, Sekretaris Umum GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama), menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan Media Koran Cirebon. "Kita sangat menghargai inisiatif ini karena dalam dunia jurnalistik yang semakin dinamis, tali silaturahmi antarjurnalis dan antarmedia menjadi sangat krusial. Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat saling belajar, memperkuat sinergi, dan bersama-sama menjaga kredibilitas profesi jurnalistik di wilayah Ciayumajakuning," ucap Asep NS.

 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarorganisasi dan antarmedia akan menjadi pondasi kuat dalam menghadapi tantangan informasi masa kini. "Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, sehingga kita bisa terus mempererat tali persaudaraan dan bersama-sama berkontribusi dalam menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.


#noviralnojustice


#karyajurnalistik


#salamsatupena


Team/Red (Koran Cirebon)


GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama 


Editor:

FJP Menggelar Diskusi Kemajuan Wilayah Bersama Camat Pamarayan Sambut Tahun baru 2026

By On Januari 01, 2026




SERANG, BM.Online// Di akhir tahun 2025 menjelang malam pergantian tahun baru 2026, Forum Jurnalis Pamarayan (FJP) menggelar diskusi terbuka bersama seluruh pengurus dan anggota FJP di Situs Cagar Budaya Bendung Lama Pamarayan, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang-Banten, pada Kamis, (31/12/2025). 


Acara tersebut dalam bentuk wujud penguatan dan kekompakan para pengurus FJP, serta membahas berbagai program kerja yang sudah tersusun secara tertib administrasi ditahun 2026. Juga untuk  mengevaluasi dalam peningkatan kualitas kerja jurnalistik agar semakin profesional, transparan, akuntabel. Dan memegang teguh kode etik jurnalistik sesuai Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi manusia dan mengatur penyelenggaraan pers nasional agar bebas dari penyensoran, pembredelan, atau larangan penyiaran, dengan tujuan melindungi hak publik untuk mendapatkan informasi berdasarkan fakta, sesuai dengan prinsip demokrasi dan supremasi hukum.


Ketua FJP, Acun Sunarya, S.H., menyampaikan dalam diskusi secara terbuka ini tentunya untuk memberikan hak berpendapat antar pengurus dan anggota FJP. Juga untuk mengevaluasi dalam peningkatan kualitas kerja karya jurnalistik ditahun 2025. Tak hanya itu, pentingnya diskusi bersama para pengurus FJP juga suatu bentuk kebersamaan dalam menyambut pergantian tahun baru 2026.


"Sekecil apapun dan dalam bentuk apapun FJP selalu mengedepankan keterbukaan, kebersamaan untuk saling menghormati antar sesama. Momentum ini  menjadikan semangat untuk meningkatkan kualitas kerja secara transparansi dan lebih profesional pada tahun 2026, serta menyusun program yang sudah terencanakan, " terang Acun. 


Dengan Melalui elemen-elemen jurnalistik yang meliputi kebenaran, loyalitas, disiplin verivikasi, independensi, pemantau kekuasaan, forum kritik, menarik dan relevan, komprehensif dan proporsional, serta mengikuti nurani," Ungakpnya. 


Tujuan utama jurnalistik adalah memberikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat kepada publik tentang berbagai peristiwa, isu, atau fenomena yang terjadi. 


"Selamat tahun baru 2026 untuk rakyat Indonesia, semoga Negara Indonesia bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan saya ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, semoga kita semua khusunya kaum jurnalistik semakin  berkembang, menjadi garda terdepan sebagai wadah kritik untuk memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik, " Ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Camat Pamarayan, Siti Komariah, S.H.M.Si., mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada FJP yang selalu mengawal Forkopimcam Pamarayan di berbagai kegiatan dengan baik. 


"Saya atas nama Camat Pamarayan mengucapkan terimakasih kepada Forum Jurnalis Pamarayan, karena di hadirnya FJP membawa wrna baru untuk kemajuan Pamarayan. Dan semoga bisa terus bersinergi memajukan pembangunan wilayah Pamarayan, " Ucapnya. 


"Semoga Forum Jurnalis Pamarayan semakin sukses dan berkembang menjadi Go kabupaten, hingga Go Nasional, " tutup Kokom. 


Reporter: samu korlip

Jalan di Kampung Chipeuyah Barat, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar,  Kabupaten Lebak Banten Di Duga Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan.

By On Desember 31, 2025


Lebak Banten - Kerusakan akses jalan tepat nya di kampung chipeuyah barat,RT/ RW 002/006 Desa,Cisimeut,Kecamatan, Leuidamar, Kabupaten Lebak, semakin parah, Bertahun-tahun dibiarkan tanpa perbaikan, jalan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat sekitar pada umum nya, warga kini berubah menjadi barisan terdepan lubang besar, seperti kubakan kerbau pada umum nya,genangan air di mana-mana, dan permukaan bergelombang yang membahayakan, aktivitas penguna jalan pada rabu 31/12/2025


Salah satu warga yang enggan di sebut nama nya,mengungkapkan Saat hujan turun, kondisi semakin buruk. Badan jalan terlihat licin berlumpur Sangat membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan ,di mana-mana karna tidak ada pembuangan air nya seperti drainase untuk saluran air sehingga air curah hujan jatuh dan menutupi lubang-lubang dalam sehingga kendaraan kerap terperosok. Banyak pengendara yang beraktivitas sehari-hari terpaksa melambatkan laju jalan karna rentan dan ekstrem ,demi menghindari terjadinya rawan kecelakaan, sementara itu di himbau bagi masyarakat yang melintas harus ekstra dan lebih berhati-hati agar tidak terpeleset dan terjatuh ungkap nya.


Masih lanjut di kampung Chipeuyah barat ,salah satu warga mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut melalui kanal-kanal pengaduan publik. Namun, tidak ada perbaikan sampai saat ini seperti kenyataan  yang terlihat. Kami selaku warga menunggu Respon dari pemerintah apakah peduli atau tidak sama masyarakat nya.apa kah kita harus turun aksi dulu seperti menanam pohon pisang atau pohon singkong di jalan ini keluh nya.


“Kalau pemerintah mau tahu seberapa parah kondisi jalan ini silahkan  datang langsung ke jalan kampung chipeuyah barat dan jalan ini biar tau seberapa parah jalan ini, jangan hanya dengar laporan dari belakang meja,” ujar salah satu warga dengan nada Kesal ujar nya.


Menurut nya warga lain, kerusakan jalan akan berdampak buruk pada aktivitas sehari- hari masyarakat,dan warga sekitar mengaku kendaraan mereka rusak akibat harus jalan telah dilewati jalur yang tak layak ini butuh diperhatikan yang serius setiap harinya.


“Ini bukan lagi soal jalan,saja ini soal keselamatan. Warga dan masyarakat bagi seseorang Sudah ada yang jatuh, kendaraan rusak, tapi sampai sekarang belum ada juga perbaikan jalan keluh warga lainnya.


Warga Kampung Cipeuyah mendesak kepada ( Kades)kepala Desa,Cisimeut dan Pemerintah Kabupaten Lebak serta dinas terkait baik dari PUPR,kabupaten Lebak dan  DPUPR provinsi, untuk segera datang dan meninjau kondisi jalur tersebut. Mereka menilai lambannya penanganan ini bukan hanya mengecewakan,warga ,akan tetapi juga menunjukkan kurangnya pengawasan serta, kepedulian terhadap kebutuhan warga dan masyarakat tutup nya.





( masturo)

𝘍𝘰𝘳𝘬𝘰𝘱𝘪𝘮𝘤𝘢𝘮 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘔𝘜𝘐 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘎𝘦𝘭𝘢𝘳 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘚𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘛𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘉𝘢𝘳𝘶 2026

By On Desember 31, 2025




𝘚𝘌𝘙𝘈𝘕𝘎 - 𝘔𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘦𝘩𝘪 2026, 𝘍𝘰𝘳𝘬𝘰𝘱𝘪𝘮𝘤𝘢𝘮 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘔𝘜𝘐 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘢𝘳 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘴𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘔𝘦𝘴𝘫𝘪𝘥 𝘈𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘈𝘭 𝘏𝘢𝘬𝘪𝘮 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘒𝘦𝘤𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘒𝘢𝘣𝘶𝘱𝘢𝘵𝘦𝘯 𝘚𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘉𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯, 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘴𝘢, (30/12/2025). 

𝘒𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 "𝘉𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘒𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢" 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢𝘪 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘸𝘵. 𝘛𝘦𝘳𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘸𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘫𝘪𝘳 𝘥𝘪 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘳𝘢 𝘜𝘵𝘢𝘳𝘢, 𝘢𝘤𝘦𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢. 

𝘛𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵, 𝘊𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘚𝘪𝘵𝘪 𝘒𝘰𝘮𝘢𝘳𝘪𝘢𝘩, 𝘚.𝘏. 𝘔. 𝘚𝘪, 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘔𝘜𝘐 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘏. 𝘛𝘢𝘵𝘢 𝘚𝘶𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢, 𝘚𝘱𝘥.𝘪, 𝘚𝘦𝘬𝘳𝘦𝘵𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘔𝘜𝘐, 𝘔𝘰𝘩. 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘳, 𝘉𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩𝘳𝘢 𝘔𝘜𝘐, 𝘋𝘳.𝘋𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘢𝘱𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘸𝘢𝘬𝘪𝘭𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘗𝘳𝘰𝘷𝘰𝘴, 𝘈𝘪𝘱𝘵𝘶.𝘚𝘶𝘺𝘢𝘵𝘯𝘰, 𝘚.𝘏., 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘐𝘯𝘵𝘦𝘭𝘬𝘢𝘮, 𝘈𝘪𝘱𝘥𝘢. 𝘍𝘢𝘥𝘫𝘢𝘳 𝘕𝘶𝘳𝘻𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘚.𝘏., 𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘈𝘱𝘥𝘦𝘴𝘪 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘈𝘯𝘪𝘴 𝘗𝘶𝘢𝘥, 𝘒𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘒𝘱. 𝘉𝘢𝘳𝘶, 𝘜𝘳𝘥𝘪𝘯, 𝘗𝘫 𝘋𝘦𝘴𝘢 𝘋𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨, 𝘈. 𝘈𝘩𝘥𝘪 𝘈𝘭𝘧𝘢𝘻𝘳𝘪, 𝘚𝘱𝘥, 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘶𝘳𝘶𝘴 𝘔𝘜𝘐 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘑𝘢𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘒𝘦𝘤𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘛𝘰𝘬𝘰𝘩 𝘈𝘨𝘢𝘮𝘢, 𝘛𝘰𝘬𝘰𝘩 𝘔𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘦𝘭𝘦𝘮𝘦𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯. 

𝘊𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘚𝘪𝘵𝘪 𝘒𝘰𝘮𝘢𝘳𝘪𝘢𝘩, 𝘚.𝘏. 𝘔. 𝘚𝘪, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩𝘢𝘯, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘞𝘛. 𝘑𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘜𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘤𝘦𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘫𝘪𝘳 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘭𝘶, " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘒𝘰𝘬𝘰𝘮.

𝘖𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘪𝘵𝘶, 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶, 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘱𝘳𝘦𝘴 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦 𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘞𝘛. 


" 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘒𝘦𝘤𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘦𝘥𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘚𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘵𝘢𝘴𝘢𝘯, 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘪,  𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮-𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴, 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘶𝘴𝘪𝘧𝘪𝘵𝘢𝘴. 

"𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘰𝘯𝘪𝘵𝘰𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘒𝘢𝘱𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘯𝘳𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘦𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘮𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘶𝘴𝘪𝘧. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘮𝘣𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘥𝘢𝘳 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘭𝘢𝘯. 𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘶𝘴𝘪𝘧, " 𝘜𝘫𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢. 


𝘒𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘔𝘢𝘫𝘭𝘪𝘴 𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 (𝘔𝘜𝘐) 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯, 𝘏. 𝘛𝘢𝘵𝘢 𝘚𝘶𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘰𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢. 

"𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢,  𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘋𝘦𝘴𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘬𝘦 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘣𝘢𝘩. 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘔𝘜𝘐 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘍𝘰𝘳𝘰𝘱𝘪𝘮𝘤𝘢𝘮 𝘗𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯, " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘏. 𝘛𝘢𝘵𝘢. 

𝘒𝘦𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘴𝘺𝘢𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯𝘢𝘯, 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢. 𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘫𝘢𝘣𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘔𝘦𝘴𝘫𝘪𝘥 𝘈𝘨𝘶𝘯𝘨, 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵. 

"𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵, 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘪𝘥𝘦𝘢𝘭 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩, 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘳𝘢 𝘜𝘵𝘢𝘳𝘢, 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘳𝘢 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘤𝘦𝘩, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘫𝘪𝘳. 

"𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘴𝘩𝘰𝘭𝘢, 𝘮𝘦𝘴𝘫𝘪𝘥, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘫𝘭𝘪𝘴 𝘵𝘢𝘬𝘭𝘪𝘮, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩," 𝘗𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢. 


𝘙𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵𝘦𝘳: samu korlip


Buntut Salah Tangkap, Tiga Angota Polri Dicopot

By On Desember 29, 2025


Bogor, BM.Online — Kasus salah tangkap yang dilakukan jajaran Polsek Parungpanjang berbuntut panjang. Tiga anggota kepolisian resmi dicopot dari jabatannya dan dijatuhi sanksi berat berupa penempatan khusus (Patsus) selama 21 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bogor.

Ketiga anggota tersebut masing-masing berinisial Aiptu IN, Bripka MS, dan Briptu AN. Mereka terbukti melakukan pelanggaran disiplin setelah menjalani sidang internal yang digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025.


Hasil sidang menyatakan ketiganya melanggar Pasal 4 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri, yang mengatur kewajiban profesionalisme serta larangan tindakan sewenang-wenang dalam pelaksanaan tugas.


Sanksi Berat dan Demosi Jabatan

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan, institusinya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran prosedur, terlebih yang berdampak langsung pada hak-hak warga sipil.


“Ketiganya dijatuhi sanksi berat berupa penempatan khusus selama 21 hari di Rutan Polres Bogor, mutasi bersifat demosi, pembebasan dari jabatan, serta penundaan kenaikan pangkat dan pendidikan selama satu tahun,” ujar Wikha dalam keterangannya, Minggu, 28 Desember 2025.


Menurut Wikha, keputusan tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen Polres Bogor dalam menjaga integritas, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


Kronologi Salah Tangkap

Kasus ini bermula pada Kamis, 25 Desember 2025, saat Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Parungpanjang melakukan pengejaran terhadap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor.


Dalam proses pencarian tersebut, anggota reskrim melakukan penangkapan terhadap seorang warga berinisial AK untuk dimintai keterangan. Namun, penangkapan itu diduga dilakukan tanpa prosedur yang sah, termasuk minimnya bukti awal dan kejelasan identitas tersangka.


Akibat penangkapan tersebut, keluarga korban bersama warga setempat mendatangi Mapolsek Parungpanjang untuk meminta klarifikasi. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya pihak kepolisian melakukan pemeriksaan lanjutan.


Setelah dilakukan pendalaman, polisi tidak menemukan bukti keterlibatan AK dalam perkara curanmor yang tengah diselidiki. AK akhirnya dilepaskan dan dijemput langsung oleh pihak keluarganya.


Dilaporkan ke Propam, Polisi Bergerak Cepat

Merasa dirugikan, AK bersama keluarga dan perangkat desa melaporkan dugaan salah tangkap tersebut ke Polres Bogor. Laporan itu diterima langsung oleh Kapolres Bogor dan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam).


“Kami memastikan bahwa setiap tindakan anggota di lapangan harus berjalan di atas koridor hukum dan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Respons cepat ini merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Wikha.


Pemulihan Nama Baik Korban

Kapolres Bogor juga memastikan pihaknya akan melakukan pemulihan nama baik korban, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Cigudeg dan sekitarnya.


Ia mengapresiasi peran aktif keluarga korban dan tokoh masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif.


“Kami berterima kasih atas masukan dari keluarga dan tokoh masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan ketelitian, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus dijalankan secara presisi, humanis, dan sesuai aturan, agar tidak mencederai rasa keadilan masyarakat serta menjaga marwah institusi kepolisian

Di Duga Pembuangan Kohe Akibatkan Balita Sakit, Ketua FJP Minta APH  Dan Pemkab Serang Lakukan Penindakan Tegas

By On Desember 28, 2025


Serang, BM.Online - Pembuangan Kotoran Ayam di sembarang tempat kembali terjadi dan menuai konflik serius di masyarakat. Tak hanya itu, akibat adanya Kotoran ayam yang dibuang di samping rumah warga, membuat warga mengeluhkan aroma bau busuk menyengat dan terganggu. Lebih mirisnya lagi, ada Balita berumur 2 bulan yang harus merasakan bau busuk menyengat, dengan kondisi kesehatannya yang tidak membaik. 


Kali ini terpantau bahwa tumpukan kotoran ayam yang dibuang disamping rumah warga tanpa ijin tersebut yaitu di Kp. Kidalang, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, diduga mengakibatkan seorang balita berumur 2 bulan terkena dampak kesehatan yang membuat balita tersebut batuk hingga sesak, sampai tidak bisa tidur dari pagi sampai sore. (28/12/2025). 


Akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, balita tersebut yang sebelumnya sakit yang diduga terkena infeksi pernapasan telah dirawat selama 4 hari di Rumah Sakit Selaras Cikupa Tanggerang. Ketika kesehatanya sudah membaik, balita tersebut dipulangkan oleh pihak RS Selaras bersama orang tuanya.


Pada saat pulang ke rumah, terlihat tumpukan kotoran ayam disamping rumahnya, diduga membuat balita umur 2 bulan tersebut kembali sakit. Menurut keterangan SL (ibu Balita) sudah 1 (satu) minggu balita tersebut mengalami batuk-batuk, dan sesak, yang diduga diakibatkan oleh bau busuk menyengat dari kotoran ayam yang dibuang disamping  rumahnya. 


SL (Ibu balita), juga  menerangkan bahwa kesehatan anaknya yang baru membaik kini kembali tidak membaik, dikarenakan setelah adanya pembuangan kotoran ayam disamping rumahnya. "Jangankan bayi pak, kami pun orang dewasa merasa engap pak, bau ini sangat mengganggu pernapasan, ditambah lagi banyak lalat masuk ke rumah, kami sangat terganggu pak, " Ujarnya. 


"Anak saya gak bisa tidur dari pagi hingga sore, ditambah rewel terus, karena bau nya masuk ke dalam rumah, apalagi didalam kamar lebih bau. Karena disampingnya ada Kotoran ayam itu, " terang SL, (28/12/2025). 


Menurut keterangan beberapa warga yang dihimpun oleh tim FJP, kotoran ayam tersebut diduga berasal dari Kandang Ayam yang berletak di Desa Mander, Kecamatan Bandung. Salah satu warga petani mengaku bahwa dirinya mendapatkan kotoran ayam ini dari seseorang berinisial JT. 


Iya Pak, saya dapat kotoran ayam ini dari JT, katanya sih dari Pokpan Mander pak, dan ini untuk pupuk padi, Singkatnya. 



Ajot warga setempat, sangat mengeluhkan adanya kotoran ayam yang dibuang disamping rumahanya. Ia berharap agar 

kotoran ayam segera di pindahkan, dan pihak-pihak terkait harus bertanggungjawab, " Ucapnya. 


Hasil pantauan tim Forum Jurnalis Pamarayan, (FJP) di temukan pembuangan kotoran ayam dibeberapa lokasi dipinggir jalan dan dipermukiman warga diantaranya, di Kp.Curug Goong, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, dan di Kp. kidalang, Desa Mander, Kecamatan Bandung. 


Acun Sunarya, SH, selaku Ketua Forum Jurnalis Pamarayan (FJP) mengatakan, dengan adanya pembuangan kotoran ayam disembarang tempat, membuat warga dilingkungannya harus menahan aroma bau busuk menyengat. Dan juga berdampak pada kesehatan warga. 


"Sangat miris sekali, kali ini ada balita yang harus menahan bau busuk menyengat dari Kotoran ayam disamping rumahanya. Sehingga balita tersebut kembali sakit batuk dan sesak, yang sebelumnya sudah membaik karena sudah berobat menjalani rawat inap selama 4 hari di RS Selaras di Cikupa Tanggerang," ujar Acun. 



Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, (UUPPLH) Pasal 104 junto pasal 60 yang menyatakan bahwa pembuangan limbah tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana hingga 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar.  Serta UU Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan hewan, yang mengatur izin dan sanksi administratif hingga pencabutan izin jika tidak memenuhi standar pengelolaan limbah. 



Lebih lanjut, Acun mengatakan, Pembuangan kotoran ayam tanpa pengelolaan dan izin yang benar dapat dijerat hukum pidana dan perdata. Karena membuang limbah kotoran ayam sembarangan adalah pelanggaran hukum serius yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga pemerintah memiliki dasar hukum kuat untuk mencabut izin usaha dan memproses secara pidana pelaku usaha tersebut. Lanjutnya. 



"Kami Forum Jurnalis Pamarayan berharap hal ini menjadi atensi khusus Bupati Serang dalam penegakan PERDA. Dan menjadi atensi khusus Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Serang dan Polda Banten. Agar segera bertindak secara tegas dan profesional. Serta melakukan pemeriksaan kepada pihak perusahaan ternak ayam atau oknum yang telah mengeluarkan kotoran ayam disembarang tempat, sehingga berdampak kepada pencemaran lingkungan. jika perusahaan tersebut tidak mempunyai ijin yang lengkap, tindak tegas berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Negara Republik indonesia, " tegas Acun. 




Reporter: Samu Korlip.

Pelantikan Akbar PPSBBI H.TB.MASDUKI Berikan Ucapan Selamat Besrta Harapan

By On Desember 28, 2025


Serang, BM.online - Ketua Paguyuban Paguron Silat Banten (PPSB), H. Tb. Masduki SE, menghadiri pelantikan akbar Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) pengurus DPP, DPW, dan DPD kota/kabupaten masa bakti 2025-2030, di Convention Hall THR Royal Krakatau Hotel Cilegon, Banten.28/12/2025.


Dalam sesi wawancara dengan rekan media, H. Tb. Masduki SE mengucapkan selamat kepada para pengurus PPSBBI terbaru masa bakti 2025-2030. “Kami mengucapkan selamat kepada para pengurus PPSBBI yang baru dilantik. Semoga kepengurusan terbaru ini bisa mengantarkan perguruan pencak silat Bandrong Banten Indonesia lebih maju dan jaya,” ujarnya.


H. Tb. Masduki SE juga berharap agar PPSBBI dapat terus mengembangkan dan meningkatkan prestasi dalam bidang pencak silat, serta menjadi salah satu wadah yang dapat mempererat tali silaturahmi antar perguruan silat di Banten.


Pelantikan akbar PPSBBI ini dihadiri oleh wagub Banten Dimyati Natakusumah, anggota DPR-RI Prof.Dr.Ir.H.Furtasan Ali Yusup,S.E, anggota DPRD provinsi Banten H Umar Barmawi serta sejumlah tokoh silat Banten dan pengurus PPSBBI dari berbagai kota/kabupaten di Banten dan Lampung. Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PPSBBI siap menghadapi tantangan dan meningkatkan prestasi dalam bidang pencak silat.



Red

Ketum dan Kadiv GMOCT: Khitanan Masal dengan Metode Modern di Desa Pangawinan Serang, Dalam Rangka Menyambut Ruatan Bumi

By On Desember 27, 2025



Serang, BM.Online - Desember 2025 (GMOCT) – Dalam rangka menyambut ruatan bumi, Kepala Desa (Kepdes) Pangawinan, Masud, menggelar khitanan masal yang diikuti oleh 22 anak di Kantor Desa Pangawinan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hari Sabtu (27/12/2025).
 
Kepala Desa Masud beserta Jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT, dan RW hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan.
 
Dalam wawancara dengan wartawan, Masud menyampaikan bahwa khitanan masal ini telah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan rutin tahunan yang akan terus diselenggarakan. "Selain mempererat sinergi dengan masyarakat, kami ingin memberikan kontribusi langsung dalam bentuk layanan kesehatan. Tindakan medis ini dilaksanakan oleh tim dari Kecamatan Kibin dengan metode sunat modern yang dipilih karena lebih cepat," ujarnya.
 
Setiap peserta mengikuti alur layanan yang terstruktur: mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan (skrining), pemberian anestesi, tindakan sunat, pemberian obat-obatan, hingga penyerahan cendramata. "Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan aman dan nyaman untuk anak-anak. Harapannya, kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
 
Para orang tua yang mengantar anak tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan secara gratis. "Alhamdulillah anak saya bisa sunat tanpa biaya. Terima kasih untuk Bapak Masud, Kepala Desa Pangawinan," ungkap Eki Lestaluhung, salah satu orang tua peserta.
 
Kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan dalam rangka memperingati ruatan bumi, mengusung pendekatan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
 
Informasi terkait kegiatan ini diperoleh oleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online Bentengmerdeka yang tergabung dalam organisasi tersebut.
 
Ketua Umum GMOCT, Agung Sulistio, menanggapi kegiatan tersebut dengan menyatakan, "Kegiatan khitanan masal di Desa Pangawinan merupakan contoh kebijakan desa yang nyata dan bermanfaat bagi warga. GMOCT mendukung inisiatif semacam ini karena memberikan manfaat langsung pada masyarakat, terutama yang membutuhkan."
 
Sementara itu, Ahmad Nuryaman selaku Kepala Divisi Investigasi GMOCT menambahkan, "Dari sudut pandang kami, kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui layanan kesehatan yang terjangkau. Kami mengharapkan inisiatif serupa dapat diadopsi oleh desa-desa lain di wilayah Banten."

#noviralnojustice

#khitananmasal
 
Team/Red: (Bentengmerdeka.online / Bandunginvestigasi.com / Emed)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor:

Pespon dan Kerja Keras Satresnarkoba Polrestabes Bandung Dalam Memberantas Predqran Obat Daftar G Patut Kita Acungkan Jempol

By On Desember 27, 2025





Kota Bandung, BM.online - Setiap informasi yang datang dari masyarakat Satresnaroba Polrestabes Bandung Selalu mespon cepat mendatangi bebetapa lokasi yang diduga mengadarkan obat keras daftar G jenis Exymer dan Tramado bermodus warung tutup dan toko kosmetik. Pada Rabu (27/12/2025)


Diperoleh dari laporan aduan masyarakat, Melalui Kapolrsstabes Bandung, Anggota Resnarkoba mendatangi Beberapa Lokasi (Toko/warung) yang diduga mengedarkan dan menjual Obat keras daftar G tersebut

Dalam kesempatannya, Angilota Resnarkoba Polrestabes Bandung melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, Resnarkoba Polrestabes Bandung akan selalu merespon cepat setiap aduan dari masyarakat, guna menciptakan situasi Kamtibmas yang aman di wilayah hukumnya

"Terimakasih sebelumnya, apabila ada info kabari kami. Ujarnya mengakhiri 27 Desember 2025.

Kerja keras yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polrestabes Bandung dalam memberantas obat keras daftar G tanpa izin edar dan resep dokter patut kita acungkan jempol." Ucap Deni Setiawan, Warga Kecamatan Lengkong pada media. Kamis (25/12/25).

Menurutnya, langkah satresnarkoba melakukan pemberantasan obat keras daftar G bukan persoalan yang mudah, karena menurutnya para oknum yang mengedarkan obat keras jenis daftar G yang tidak bertanggung jawab. 

"Berbagai upaya dilakukan oleh para oknum pengedar untuk melancarkan usaha ilegalnya, mulai berkedok toko kosmetik, warung sembako hingga Counter Handphone, hingga sistem COD namun hal itu tidak menyurutkan semangat jajaran Satresnarkoba Polresta Bandung untuk memberantas tuntas peredaran obat keras yang dapat merusak generasi bangsa. " Ungkap Sopian Salah satu pedagang di Jl. Soekarno-Hatta 

Red/Tim

Tanggapan FJP Soal Klarifikasi BPP Pamarayan, FJP Akan kirim Surat Audensi Ke Bupati Serang Dan 0PD Terkait.

By On Desember 27, 2025



SERANG,BM.Online - adanya dugaan pemotongan benih padi terhadap Kelompok Tani di Pamarayan semakin menjadi polemik serius. Pasalnya, data yang diterima tim Forum Jurnalis Pamarayan (FJP) dari hasil keterangan para poktan beserta data perealisasian benih padi kepada para anggota poktan terdapat jumlah yang sangat berbeda. Dan sangat disayangkan, ketika para Poktan di kumpulkan di kantor BPP Pamarayan, mereka diduga tidak mengakui apa yang sudah diterangkan kepada awak media, Sabtu, ( 27/12/2025).



Hal ini semakin menjadi pertanyaan besar Ketua Forum Jurnalis Pamarayan, Acun Sunarya,SH, ketika menanggapi sebuah klarifikasi yang dikeluarkan oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Pamarayan yang menyatakan bahwa dirinya sudah mengumpulkan para poktan dan dilakukan wawancara. Juga dirinya mengatakan bahwa informasi yang beredar di media kurang tepat, dikarenakan para poktan lupa jumlah besaran yang sesungguhnya yang mereka terima pada bulan November lalu," kata Yoga, dalam klarifikasi tersebut. 



Perlu di ketahui, pada saat tim investigasi kelapangan, terdapat dugaan ketidak sesuaian jumlah benih padi yang direalisasikan oleh para Ketua Poktan kepada para anggotanya dengan data yang kami terima. Juga terlihat benih padi yang masih banyak menumpuk dibeberapa rumah Poktan yang di duga belum direalisasikan ke para anggota poktan, ungkap Acun. 



"Justru ini akan bertambah masalah, kenapa bibit benih yang disalurkan pada bulan November lalu, sampai saat ini belum juga dibagikan ke para anggota poktan. Dimana pengawasan BPP dan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, dalam hal ini untuk mendorong program dari pemerintah pusat tentang Swasembada pangan. 


Kami tegaskan, akan terus mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Agar tidak terjadi kembali permasalahan seperti ini di wilayah Pamarayan. Dan diwaktu yang dekat ini juga, kami akan layangkan surat Audensi kepada Bupati Serang dan DPRD Kabupaten Serang Serta OPD terkait, agar permasalahan ini terang benderang, terbuka dan terungkap kebenaran dari sebuah akar permasalahannya, " tegasnya. 


"Kami disini sebagai lembaga kontrol sosial untuk terus menjalankan tugas sesuai tupoksi, untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara transparan dan akuntabilitas. Agar program tersebut bisa tersampaikan dengan baik dan benar kepada masyarakat, serta bisa dipahami oleh seluruh elemen masyarakat, " pungkas Acun. 


Berdasarkan Undang-undang No.40 Tahun 1999, tentang Pers, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media. Dan Jurnalis diberikan kebebasan untuk membuat suatu berita.



Reporter: Samu Korlip.

𝐆𝐚𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐀𝐤𝐭𝐢𝐯𝐢𝐬 𝐏𝐞𝐫𝐬, 𝐊𝐢𝐧𝐨 𝐁𝐞𝐧𝐠𝐤𝐞𝐥 𝐌𝐨𝐛𝐢𝐥 𝟐𝟒 𝐉𝐚𝐦 & 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 𝐉𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐒𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢𝐬 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 𝐑𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐉𝐚𝐲𝐚 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢

By On Desember 26, 2025



𝐂𝐈𝐋𝐀𝐂𝐀𝐏, BM.Online – 26 Desember 2025 Kabar gembira bagi para pengguna jalan, komunitas otomotif, khususnya insan pers yang sering melakukan perjalanan lintas wilayah. Telah resmi terjalin sinergi strategis antara penyedia jasa otomotif terkemuka di Cilacap, Kino Bengkel Mobil 24 Jam, dengan Media Group Realita Jaya Sakti.


Kerja sama ini dikukuhkan langsung oleh KRT. Ardhi Solehudin, W. SH, selaku pemilik Media Group Realita Jaya Sakti sekaligus aktivis pers kenamaan di Jawa Tengah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap mobilitas awak media dan masyarakat umum yang membutuhkan bantuan darurat di perjalanan.


𝐋𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮


Kino Bengkel Mobil hadir sebagai solusi utama bagi kendala kendaraan Anda. Dengan dukungan Team Galing, bengkel ini memiliki spesialisasi dalam melayani:

 

* Service & Perbaikan Mobil 24 Jam.

 

* Layanan Storing (Derek/Gendong Kendaraan) untuk wilayah cakupan luas meliputi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

 

* Sinergi Komunitas: Terbuka dan telah bekerja sama dengan komunitas Eltitusi serta All Communitas otomotif lainnya.


𝐀𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 & 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐚𝐤 𝐃𝐚𝐫𝐮𝐫𝐚𝐭


Bagi para pengendara yang mengalami kerusakan mobil di tengah jalan, terutama para rekan-rekan insan pers, jangan ragu untuk segera menghubungi layanan cepat kami:

 

* Alamat: Jln. Raya Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

* Hotline 24 Jam (WhatsApp/Telp): 08884023396


𝐏𝐞𝐫𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦𝐩𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚


Dalam kesepakatan yang telah ditandatangani, kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung. KRT. Ardhi Solehudin, W. SH menegaskan bahwa Media Group Realita Jaya Sakti akan selalu berdampingan dan siap memberikan pendampingan penuh apabila timbul permasalahan hukum atau kendala di lapangan yang berkaitan dengan operasional jasa Kino Bengkel dan Storing tersebut.


"Kami ingin memastikan bahwa jasa pelayanan publik seperti Kino Bengkel ini mendapatkan perlindungan informasi dan pendampingan yang layak. Ini adalah bentuk sinergi antara dunia usaha jasa dan media untuk kemaslahatan masyarakat banyak," ujar KRT. Ardhi Solehudin, W. SH.


Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para pengguna jalan kini bisa merasa lebih aman dan tenang saat melintasi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, karena bantuan profesional kini hanya sejauh jangkauan telepon.


𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐆𝐫𝐨𝐮𝐩 𝐑𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐉𝐚𝐲𝐚 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢:


Wadah media informasi yang berkomitmen menyajikan fakta dan realita, serta aktif dalam kegiatan sosial dan pendampingan hukum di wilayah Jawa Tengah.


𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐢𝐧𝐨 𝐁𝐞𝐧𝐠𝐤𝐞𝐥 & 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐢𝐧𝐠:


Pusat perbaikan kendaraan bermotor 24 jam di Cilacap yang mengedepankan kecepatan teknisi dan keandalan armada storing.(*) 


𝐓𝐈𝐌/𝐑𝐞𝐝

Seorang Bayi Masuk Rumah Sakit Diduga Akibat Dampak Pupuk Kandang Kohe Yang Di Curah Di Samping Rumah.

By On Desember 26, 2025

 


Serang, BM.Online //Jum,at 26/12/2025, Seorang ibu muda warga Kampung Kidalang Desa Mander, kecamatan Bandung, mengeluhkan adanya tumpukan kotoran ayam di samping rumahnya yang tiba-tiba di buang tanpa ada basa basi.



Tupukan kotoran ayam tersebut, menurutnya berasal dari ternak ayam yang terletak sekitar 1Km dari rumahnya, adanya pembuangan di samping rumahnya, membuat satu keluarganya merasa tidak nyaman oleh bau menyengat di tambah lagi dengan banyaknya lalat.



Bau menyengat membuat 4 orang dalam satu keluarga itu merasa tidak nyaman siang dan malam bahkan setelah adanya kotoran ayam tersebut bayi berumur 2 bulan mendadak sakit hingga di rawat sampai 4 hari.



Pembuangan kotoran ayam memang nyaris rapat dengan dinding rumah, bau dan lalat sangat mengganggu keluarga itu, saat mau menegur tapi gak berani, terpaksa mereka menahan bau yang sangat menyengat itu.



Keluhannya tercurah kepada wartawan,"Kami merasa terganggu dan di rugikan pak, sampai bayi kami masuk rumah sakit hingga habis sekitar 5 botol impusan, ini diduga akibat pencemaran kotoran ayam ini, kami berharap jangan menyimpan kotoran ayam asal saja, gak ada izin dari kami, tiba-tiba ada di samping rumah kami, namun kami gak berani negur, ujar ibu bayi dan suaminya.



Saat itu, di samping rumahnya seorang bapak-bapak nampak sedang menabur-naburkan sesuatu ke sawah yang sudah ada padinya, ternyata ia adalah pemilik tumpukan kotoran tersebut, dan yang di taburkannya itu adalah pupuk kandang kohe (kotoran hewan).



Saat di konfirmasi ia mengatakan, bahwa pupuk kandang itu didapat dari ternak ayam yang berlokasi di desa mander, di minta melalui inisial JT.



Penemuan tumpukan pupuk kandang kohe, ternyata bukan hanya di kampung kidalang saja, di kampung curug goong, desa pudar pun ada, itupun sama di keluhkan warga, karna bau dan banyak lalat, lagi-lagi penerimanya seorang petani dari warga sekitar, membuat warga lain enggan untuk menegur karna gak enak, katanya.



Warga tak berani menegur karna penerima buangan kotoran ayam adalah tetangganya sendiri, namun hal itu amat di sayangkan dari pihak ternak ayam, diduga tidak memperdulikan lingkungan, alih-alih atas permintaan warga, pupuk kohe di buang sembarang tempat, diduga kuat mekanisme pembuangan menggunakan jasa oknum yang di bayar, sehingga oknum jasa menggunakan segala cara agar kotoran ayam yang menumpuk di kandang bisa di buang keluar.



Sementara warga masyarakat banyak dan lingkungan hidup terkena dampak oleh pencemaran pupuk kandang kohe yang para oknum buang.



Warga berharap, pihak jasa pembuangan dan penerimanya, harus lebih memperhitungkan dampak kerugian lingkungan, dan pihak berwenang di harap bertindak sebelum kotoran ayam ini lebih banyak menyebar di kalangan masyarakat, ujar warga.



Reporter: samu korlip.

Kembali Marak Mafia BBM di SPBU Mangkubumi, Respon Cepat Polres Tasiikmalaya Kota Datangi Lokasi

By On Desember 25, 2025



Kota Tasikmalaya - BM.onlone - Berbagai upaya pemerintah dalam mengatasi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepertinya sia sia, ada ajah Stasiun Pengian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara sengaja menjula Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tida sesuai aturan. Kamis 25 Desember 2025


Salahsatunya SPBU 34-461-32 tepatnya di Jl. Garut - Tasikmalaya, No.227, Cipari. Kecamatan Mangkubumi. Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan BBM tidak sesuai aturan.


Tersebut diketahui pada saat awak media sedang mengisi BBM di SPBU 34.461.32 Mangkubumi melihat adanya mobil box berwarna Kuning Silfer diduga milik mapia BBM yang namanya tida asing lagi di Kota Tasiikmalaya. "Benar bang itu mobil heli punya Mang Ujang Andi, baru empat (4) kali ngecor di sini. Ujar salah satu petugas SPBU yang Namua Masih dirahasiakan 


Menerima informasi dari awak medi, tidak nunggu waktu lama Satreskrim Polres Tasiikmalaya Kota mendatangi SPBU 34.461.32 Mangkubumi" Trimakasih informasinya, Angota segera bertindak. Kata Kapolres Tasiikmalaya Kota 




Menurut Balul, Mamafia bbm itu tida lepas dari adanya kebijakan pengurangan subsidi bbm selama ini. Para mafia itu menurutnya kerap menjalankan aksinya dengan memanfaatkan perbedaan harga BBM jenis solar subsidi dengan solar industri yang jauh lebih mahal.


"Para mafia BBM itu biasanya melakukan penimbunan dan penyelundupan BBM solar bersubsidi yang seharusnya untuk rakyat, namun dijual kepada kalangan industri dengan harga lebih tinggi," katanya.



Red/Ade

Terkait Dugaan Pemotongan Bibit Benih Di Pamarayan, Korluh BPP Pamarayan Berikan Klarifikasi

By On Desember 25, 2025





Serang - BM.online - Ramai di perbincangankan sebelumnya terkait penyaluran bibit benih padi kepada para Kelompok Tani (Poktan) yang di duga tidak sesuai dari jumlah data yang diterima dengan perealisasian kepada beberapa para Poktan, BPP Kecamatan Pamarayan berikan tanggapan klarifikasi, pada Kamis, (25/12/2025). 

Yoga, selaku Koordinator Penyuluh (Korluh) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarayan, memberikan tanggapan yang menyatakan, bahwa dugaan pendistribusian bantuan benih padi yang tidak sesuai dengan jumlah di Kecamatan Pamarayan tidak benar. 

"Adanya informasi yang beredar bahwa benih yang diterima oleh Poktan Mekar Tani sebesar 400 kg, Poktan Sumber Rejeki II sebesar 610 kg, Poktan Sukatani IV sebesar 850 kg, dan Poktan Makmur Jaya 850 kg, pada faktanya dilapangan para Kelompok Tani tersebut diantaranya, Poktan Mekar Tani mendapatkan 500 kg, Sumber Rejeki II 625 kg, Sukatani IV 875 kg, dan Poktan Makmur Jaya mendapatkan 875 kg, dan tanpa adanya pemotongan jumlah benih sama sekali," ungkap Yoga. 

Lebih lanjut, Yoga mengatakan, karena informasi yang beredar di beberapa media, dan sebagai langkah tindakan lanjut serta evaluasi terkait bantuan tersebut, BPP Pamarayan telah melakukan audiensi bersama pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Polsek Pamarayan yang diwakili Kanit Intel, dan Kanit Reskrim Polsek Pamarayan, serta Ketua Kelompok Tani yang dimintai keterangan oleh pihak media. 

Setelah dilakukan audiensi dan wawancara terhadap penerima bantuan benih, didapat beberapa keterangan di lapangan, bahwa Kelompok Tani yang bersangkutan, "Telah lupa besaran pastinya mereka mendapat berapa karung dan berapa kantungnya. Jadi yang disebutkan hanya seingat mereka saja saat dimintai keterangan oleh pihak media, yang dimana jawaban tersebut tidak akurat dengan fakta di lapangan, " kata Yoga. 


Jadi kesimpulannya, informasi yang beredar di media kurang tepat. Di karenakan pihak Ketua Poktan, selaku penerima bantuan sendiri yang lupa akan besaran sesungguhnya yang mereka dapat pada bulan November lalu. 


"Dalam hal ini pihak BPP sudah mengantongi berita acara serah terima benih yang ditanda tangani di atas materai oleh penerima bantuan sesuai dengan jumlah yang di terima di lapangan.
Serta kesaksian kelompok Tani penerima lainnya, bahwa bantuan yang mereka terima sesuai dengan yang tertulis dalam Berita Acara Serah Terima (BAST), " ujar Yoga. 



(Red/Samu Korlip)

Diduga Lemah Pengawasan Pembangunan Jalan Paving Block Yang Terletak Di Desa Kampung Baru Layak Di Bongkar Kembali.

By On Desember 24, 2025


Serang, bentengmerdeka - Proyek Pembangunan jalan menggunakan paving block yang diduga tanpa di lengkapi papan informasi proyek (PIP) ini, hasilnya terlihat jalan bergelombang mirip bangunan lama.


Dugaan lemahnya pengawasan ini, terpantau saat awak media ke lokasi tidak di temukan pihak pelaksana selaku penanggung jawab proyek berada di lokasi, menjadikan suatu kewajaran para pekerja asal-asalan dalam bekerja di tambah tidak ada pemandu dari tenaga ahli. 


Pembangunan jalan paving block yang berlokasi di desa kampung baru kecamatan pamarayan, diduga tidak sesuai spek dan gagal kontruksi dan layak di bongkar kembali, senin 22/12/2025.


Berdasarkan fakta yang terlihat dari hasil pekerjaan yang terkesan acak-acakan ini. Diduga kuat para pekerja ini tidak biasa memasang paving block dan pihak pelaaksana diduga lepas tangan yang penting paving terpasang atau tidak mengikuti aturan dan ketentuan yang ada.


Saat di lokasi seorang pekerja inisial SN mengatakan, bangunan yang nampak tanpa papan nama proyek tersebut, menurut SN volume lebar 2,20cm panjang 250meter di kurangi sekitar 20meter untuk pengerasan jalan menggunakan batu beskos, jadi bangunan yang di kerjakan ini hanya sekitar 230 meter saja,terang SN.


Namun saat di amati, diduga pemasangan batu beskos nyaris tidak ada beskos atau hanya syarat saja, pasalnya di pemasangan paving nampak bergelombang menggambarkan bahwa lantai dasar tidak merata atau seadanya tanpa pemadatan atau pengrasan.


Pekerja dari warga sekitar berjumlah 6 orang, terlihat kaku saat melakukan pekerjaan, diduga karena belum terbiasa, atau bukan di bidangnya.


Menurut SN, pekerjaan itu di kerjakan secara borongan sebesar 10juta, pekerjaan seluas L 2,20Cm X P 250 di kurangi sekitar 20 meter yang katanya untuk biaya pengerasan, sudah 15 hari di kerjakan belum selesai.


Kemarin juga ada yang kontrol pak, dari pihak pelaksana pak Ali juga ada, sempat sih di komplen oleh yang kontrol itu, tapi kata pak ali, udah gak apa-apa katanya, ujar SN.


Mendengar dari apa yg di katakan SN, Ali selaku pelaksana diduga mengabaikan komplenan itu, dan saat di konfirmasi wartawan pun ia tidak mejawab sepatah kata pun.




Reporter: Samu Korlip.

Tambang Tanpa Izin Tetap Beroperasi di Kendal, Warga: "Hukum Seolah Hanya Tajam ke Bawah!"

By On Desember 24, 2025

 


Kendal (GMOCT) 23 Desember 2025 – Kasus lemahnya pengawasan dan penegakan aturan Pemda Kabupaten Kendal terhadap aktivitas pertambangan kembali menjadi sorotan publik. Informasi yang beredar di grup WhatsApp Pojok KKDP Kendal mengungkapkan beberapa perusahaan tambang yang disinyalir melakukan penambangan meski belum memiliki kelengkapan dokumen teknis dan lingkungan, memicu kemarahan warga yang merasa tidak diamankan.

 

Berdasarkan informasi dari akun Den Mas077, terdapat lima perusahaan tambang dengan status perizinan yang berbeda. PT Alam Bukit Gemilang disebut telah memperoleh persetujuan lengkap dari DLHK dan ESDM serta telah beroperasi. Namun, perhatian warga terpusat pada dua perusahaan lain yang belum memiliki izin penuh.

 

PT Parama Miguno Bumi dan PT Bersama Abadi Sakti disebut masih dalam proses persetujuan dokumen, tetapi di lapangan telah melakukan aktivitas penambangan. Bahkan, PT Parama Miguno Bumi telah menerima Surat Peringatan (SP) ke-2, sedangkan PT Bersama Abadi Sakti mendapat SP-1 dari Dinas ESDM Kendal – meskipun aktivitas keduanya tetap berlanjut tanpa hambatan.

 

Kondisi ini memicu komentar kasar dari anggota grup. Den Mas077 menulis, "Piye kui kang, paiz do katarak n budeg, aparat mandul po kewagen atensi," menyindir aparat seolah tidak berdaya atau tidak peduli. Paiz juga menambahkan, "Karang diperingati 2 kali kudune ora Polda kang, langsung Mabes," yang menunjukkan ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum di tingkat daerah.

 

Keresahan warga tidak hanya mengenai izin, tetapi juga dampak langsung di lapangan. Sejumlah anggota grup mengeluhkan jalan yang licin akibat material tambang yang dibawa truk, yang membahayakan pengendara. "Sepetek itu tadi juga licin sekali… uji nyali bawa motor, blusut-blusut," tulis salah satu anggota.

 

Pengacara asal Kaliwungu, Paduka Mis, SH, juga ikut menanggapi dan mempertanyakan keberadaan pejabat daerah dalam grup tersebut. "Nek kosong do banter-banter, medeni pengendara kecil," ujarnya, merujuk pada truk bermuatan tambang yang melintas tanpa pengawasan. Ia juga menilai aduan masyarakat seolah tidak ditanggapi, "Ng group kene ono pejabate pora sih? Kayane akeh aduan tapi alussss."

 

Meskipun disebutkan persoalan tersebut telah dibahas di tingkat kabupaten, hal itu malah memunculkan pertanyaan lebih lanjut: jika sudah dibahas, mengapa aktivitas diduga ilegal masih berlangsung? Beberapa anggota grup menyiratkan adanya pembiaran dan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan warga. "Bekinge kondang, tambang galian C sampai penegakan hukum plonga-plongo ora iso opo-opo," tulis seorang anggota.

 

Warga mendesak Pemda Kendal, DLHK, dan aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan – bukan sekadar memberi peringatan administratif. "Kalau memang melanggar, hentikan. Kalau belum lengkap izinnya, jangan dibiarkan jalan. Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah," tegas salah satu anggota.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemda Kendal terkait keluhan dan kritik warga tersebut.

 

#noviralnojustice #dlhkkendal 

#kkdp 

#kendal 

#polreskendal

 

Team/Red (Penajournalis)


GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama


Editor:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *